I.League Dalami Dugaan Tunggakan Gaji di PSBS Biak, Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Pemain

Pemain PSBS Biak.(Instagram PSBS Biak).**

SATUMEDIA.ID – Operator kompetisi I.League menyatakan tengah mencermati secara serius laporan keterlambatan pembayaran gaji pemain di klub PSBS Biak. Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut hak dasar pemain sekaligus integritas kompetisi profesional.

I.League menegaskan, seluruh penyelenggaraan liga harus berjalan sesuai regulasi. Setiap klub peserta wajib memenuhi hak pemain, pelatih, dan seluruh elemen tim secara profesional dan tepat waktu.

“Kompetisi berada dalam pengawasan aktif, dan kami memonitor situasi ini secara serius,” ujar Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, dalam keterangan resminya.

Menurut dia, I.League telah melakukan pendalaman dengan menggelar komunikasi serta pertemuan langsung bersama manajemen PSBS Biak guna memperoleh informasi yang komprehensif dan objektif.

Ia menambahkan, penanganan kasus akan dilakukan secara proporsional dan berbasis fakta. Seluruh aspek akan dipertimbangkan, termasuk kontribusi klub dalam sistem kompetisi serta kewajiban finansial seperti deposit.

“Dalam tata kelola kompetisi, klub memiliki kewajiban finansial seperti deposit sebagai bagian dari komitmen. Namun, hal itu tidak menghapus kewajiban utama untuk memenuhi hak-hak pemain,” kata Ferry dikutip Minggu (19/4/2026).

I.League menjelaskan, mekanisme deposit merupakan instrumen untuk menjaga komitmen finansial klub sekaligus mendukung stabilitas operasional liga, termasuk dalam pelaksanaan BRI Super League. Meski demikian, keberadaan deposit tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda pembayaran gaji pemain.

Untuk penyelesaian sengketa, I.League juga mengingatkan adanya jalur resmi melalui National Dispute Resolution Chamber Indonesia (NDRC Indonesia). Lembaga ini berada di bawah naungan PSSI dan telah diakui oleh FIFA pada 2025.

NDRC Indonesia berperan menangani sengketa antara pemain atau pelatih dengan klub, termasuk perkara keterlambatan maupun tunggakan gaji.

Ferry menegaskan, pihaknya tidak akan mengabaikan persoalan yang menyangkut hak pemain. “Kami memahami ini menjadi perhatian banyak pihak. Kami mendorong penyelesaian yang bertanggung jawab dan tetap dalam koridor regulasi,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pemain dan pelatih untuk memanfaatkan mekanisme resmi yang tersedia sebagai bagian dari sistem perlindungan hak yang sah dan terstruktur.

I.League memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Perkembangan lebih lanjut, kata Ferry, akan disampaikan setelah proses verifikasi dan pendalaman selesai dilakukan.*

Pos terkait