PSIM vs Persija Main di Bali, Manajemen Minta Suporter Tetap Solid

Pemain PSIM merayakan gol.(Dok. PSIM).**

SATUMEDIA.ID – Laga lanjutan kompetisi antara PSIM Jogja dan Persija Jakarta dipastikan tidak digelar di Yogyakarta. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Rabu (22/4/2026) itu akan dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Kepastian tersebut disampaikan manajemen PSIM dalam pertemuan dengan awak media di Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Panitia Pelaksana Wendy Umar Seno Aji, Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno, serta perwakilan suporter.

Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, mengatakan keputusan relokasi diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi perizinan dari pihak berwenang. Ia menegaskan aspek keamanan menjadi pertimbangan utama.

“PSIM menghormati keputusan kepolisian dan otoritas terkait. Keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pertandingan adalah prioritas utama. Bermain di luar Yogyakarta tentu bukan keputusan ideal bagi kami,” ujar Yuliana dikutip dari laman PSIM Selasa (21/4/2026).

Menurut dia, pemindahan venue ke Bali merupakan solusi administratif agar kompetisi tetap berjalan sesuai jadwal. Manajemen ingin memastikan tidak ada penundaan yang berpotensi mengganggu jalannya liga.

“Penggunaan stadion di Bali adalah langkah teknis agar pertandingan tetap terlaksana. Ini bukan berarti menjauh dari Yogyakarta, melainkan bentuk tanggung jawab kami terhadap kompetisi dan nama besar PSIM,” katanya.

Manajemen PSIM menyadari keputusan tersebut berpotensi menimbulkan kekecewaan di kalangan suporter. Namun, mereka berharap dukungan tetap mengalir demi menjaga performa tim di lapangan.

“Kami memahami rasa kecewa suporter. Namun, energi positif dari mereka sangat dibutuhkan pemain saat ini. Dukungan yang solid akan sangat berarti,” ucap Yuliana.

Ia juga memastikan manajemen terus mengupayakan agar laga kandang berikutnya dapat kembali digelar di Yogyakarta. Komunikasi dengan berbagai pihak disebut masih terus dilakukan.

“Manajemen berkomitmen agar PSIM bisa kembali bermain di kandang sendiri. Kami terus menjalin komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Yuliana mengajak seluruh pendukung Laskar Mataram untuk tetap tenang dan menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi situasi.

“Kami percaya suporter PSIM adalah pendukung yang loyal dan dewasa. Mari kita hadapi situasi ini dengan sikap yang positif dan elegan,” katanya.*