SATUMEDIA.ID – Arema FC kembali menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi klub profesional jelang BRI Super League 2025/26. Singo Edan resmi dinyatakan lolos dalam proses Club Licensing musim ini dengan status “Lolos Bersyarat” (Granted with Sanction). Capaian tersebut menjadi indikator bahwa Arema masih berada di jalur yang tepat dalam memenuhi standar klub modern, baik di level nasional maupun Asia.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut hasil ini dengan optimisme. Ia menegaskan bahwa lisensi klub bukan sekadar formalitas administratif, melainkan gambaran menyeluruh tentang kualitas manajemen klub. “Kami menerima hasil ini dengan rasa syukur. Memang ada catatan terkait lisensi kepelatihan kiper dan pelatih fisik yang butuh penyesuaian kriteria. Harapannya, pada siklus club licensing berikutnya, poin ini sudah terpenuhi sesuai regulasi,” ujar GM yang akrab disapa Inal itu.
Status lolos bersyarat yang diraih Arema FC memang masih menyisakan sejumlah catatan, terutama pada aspek kualifikasi pelatih kiper dan pelatih fisik yang harus disesuaikan dengan regulasi terbaru. Meski begitu, manajemen melihat hal tersebut sebagai bagian dari proses pembenahan menuju standar yang lebih tinggi. Dalam sistem Club Licensing, setiap klub wajib memenuhi lima aspek utama, yakni sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial.
Bagi manajemen Arema, lisensi ini menjadi pijakan penting untuk melanjutkan transformasi klub ke arah yang lebih profesional dan modern. “Prinsipnya, hasil lisensi ini menjadi dasar kami melangkah. Ini adalah wajah profesionalisme Arema FC,” kata Yusrinal Fitriandi. “Kami tidak hanya ingin mempertahankan status ini, tetapi terus meningkatkannya hingga menjadi kultur pengelolaan di dalam klub,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan komitmen klub dalam menjaga kepatuhan terhadap regulasi. “Dengan terpenuhinya aspek legal dan regulasi, Arema FC berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi klub yang modern dan transparan,” pungkas Yusrinal Fitriandi.*





