SATUMEDIA.ID – Usai berakhirnya BRI Super League 2025/26, Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus pada proses evaluasi tim. Pelatih Carlos Pena menilai perjalanan Pendekar Cisadane musim ini masih jauh dari kata memuaskan karena target yang telah ditetapkan sejak awal kompetisi belum mampu diwujudkan.
Persita mengakhiri musim di peringkat ke-10 klasemen dengan koleksi 45 poin dari 34 pertandingan. Meski sempat menunjukkan performa menjanjikan dan bertahan di zona lima besar selama beberapa pekan, laju tim mengalami penurunan pada fase akhir kompetisi. Menurut Pena, sejumlah kendala seperti padatnya jadwal, laga kandang yang harus dimainkan di luar Indomilk Arena, hingga badai cedera menjadi faktor yang cukup memengaruhi performa tim dalam dua bulan terakhir musim ini.
“Kita tidak bisa puas dengan musim yang telah kita lalui karena kita belum mencapai target yang telah kita tetapkan. Setelah awal yang sulit, tim berhasil menunjukan konsistensi dalam bermain dan bahkan mencapai posisi lima besar selama beberapa pekan,” ujar pelatih Persita, Carlos Pena.
“Namun pada dua bulan terakhir musim ini tidak berjalan baik bagi kita. Kita menghadapi banyak kesulitan, terutama saat harus bermain di luar Indomilk Arena dan mengalami beberapa masalah cedera yang secara signifikan menghambat kita di fase akhir musim ini. Performa kita di bagian akhir musim ini tidak sesuai harapan, dan kita harus menggunakan ini sebagai pengalaman untuk belajar dan memotivasi tim untuk musim depan.”
Di balik hasil yang belum sesuai harapan, Pena melihat adanya perkembangan positif dari para pemain muda yang mendapat kesempatan tampil sepanjang musim. Ia menilai sejumlah talenta muda berhasil menunjukkan kematangan permainan dan berpotensi menjadi fondasi penting bagi Persita pada musim-musim mendatang. Karena itu, klub berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pemain muda berkembang sambil membangun mentalitas juara di dalam tim.
“Di sisi lain, beberapa pemain muda telah tampil baik selama musim ini dan telah mendapatkan tempat di tim untuk musim depan. Mereka harus menjadi masa depan klub dan kita harus terus memberi mereka kesempatan. Kita harus terus membangun mentalitas juara dan menjadi lebih baik di musim depan,” ujar Pena lagi.
Menatap musim berikutnya, mantan pelatih Ratchaburi FC tersebut mengaku telah memetakan sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, termasuk urusan rekrutmen pemain. Pena secara khusus menyoroti performa lini depan yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal sesuai ekspektasi. Selain peningkatan kualitas skuad, ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi permainan di tengah persaingan ketat dengan klub-klub yang memiliki kekuatan finansial lebih besar.
“Kita telah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim musim ini, dan sekarang kita perlu sangat tepat dalam merekrut pemain baru yang akan memungkinkan kita untuk meningkatkan level tim,” ungkap Pena.
“Di lini depan, para striker yang kami rekrut belum menunjukkan performa sesuai harapan karena berbagai alasan, dan itu adalah sesuatu yang harus kami atasi jika ingin sukses musim depan. Kami juga perlu terus bekerja pada mentalitas semua pemain untuk mendapatkan konsistensi dan terus berkembang. Tidak mudah bersaing dengan anggaran besar di liga ini, dan itu akan menjadi tantangan besar lainnya bagi kami,” paparnya.
Menutup evaluasinya, Pena menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Persita yang tetap memberikan dukungan sepanjang musim. Ia berharap kebersamaan antara tim dan suporter dapat terus terjaga untuk membantu Pendekar Cisadane tampil lebih kompetitif pada musim mendatang.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua penggemar Persita atas dukungan dan harapan tinggi yang telah mereka tunjukkan kepada kami sepanjang musim. Penting bagi kita untuk menikmati saat-saat baik bersama dan bersikap kritis terhadap diri sendiri selama masa-masa sulit,” imbuhnya.*





