SATUMEDIA.ID – Belanda akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Jepang pada laga perdana Grup F, Senin (15/6/2026) pukul 03.00 WIB di Stadion Dallas yang berkapasitas lebih dari 80 ribu penonton. Selain Jepang, Oranje juga harus bersaing dengan Swedia dan Tunisia untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.
Meski berstatus sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia, Belanda masih menyimpan luka yang belum sembuh. Dari 10 penampilan di Piala Dunia, mereka belum pernah sekalipun mengangkat trofi juara. Namun, perjalanan Oranje selalu meninggalkan jejak besar dalam sejarah sepak bola.
Belanda tercatat tiga kali mencapai partai final, masing-masing pada edisi 1974, 1978, dan 2010. Sayangnya, ketiga kesempatan tersebut berakhir dengan kekecewaan. Yang paling membekas tentu final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ketika gol Andres Iniesta pada babak perpanjangan waktu membuat Spanyol menang 1-0 dan memupus mimpi Belanda meraih gelar dunia pertama.
Kini, 16 tahun setelah kekalahan menyakitkan tersebut, muncul pertanyaan yang kembali menghantui para pendukung Oranje: apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi momen berakhirnya kutukan runner-up?
Belanda datang ke Amerika Utara dengan modal yang sangat baik. Tim asuhan Ronald Koeman tampil dominan pada babak kualifikasi Zona Eropa dengan keluar sebagai juara Grup G.
Mereka mengumpulkan 20 poin dari delapan kemenangan dan dua hasil imbang tanpa menelan kekalahan. Konsistensi tersebut mengantarkan Belanda meraih tiket otomatis ke putaran final sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat dari Eropa.
Performa impresif selama kualifikasi menunjukkan bahwa Oranje bukan hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga memiliki sistem permainan yang semakin matang di bawah arahan Koeman.
Ronald Koeman membawa kombinasi menarik antara pemain berpengalaman dan generasi baru yang tengah berada di puncak performa.
Di bawah mistar, Bart Verbruggen menjadi pilihan utama setelah menunjukkan perkembangan pesat bersama Brighton & Hove Albion. Lini belakang dipimpin sang kapten Virgil van Dijk yang tetap menjadi sosok sentral dalam pertahanan Belanda.
Nama-nama seperti Nathan Aké, Denzel Dumfries, dan Jurrien Timber semakin memperkuat tembok pertahanan Oranje. Dumfries datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantu Inter Milan meraih Scudetto dan Coppa Italia, sementara Timber sukses mengantar Arsenal menjuarai Liga Inggris.
Di sektor tengah, Frenkie de Jong masih menjadi motor permainan. Gelandang Barcelona tersebut akan ditemani Tijjani Reijnders, pemain yang menjalani Piala Dunia pertamanya dan digadang-gadang menjadi salah satu sosok penting dalam generasi baru Belanda. Menariknya, Tijjani merupakan kakak dari Eliano Reijnders yang dikenal publik sepak bola Indonesia karena memperkuat Persib Bandung.
Untuk urusan mencetak gol, Cody Gakpo dan Memphis Depay menjadi andalan utama. Keduanya memiliki pengalaman besar di level internasional dan terbukti mampu tampil dalam laga-laga penting.
Ketika berbicara tentang Belanda, sulit untuk melepaskan mereka dari filosofi Total Football yang telah menjadi identitas sejak era Johan Cruyff.
Permainan menyerang, mobilitas tinggi, dan kemampuan pemain bertukar posisi masih menjadi ciri khas yang terus dipertahankan. Meski sepak bola modern telah banyak berubah, DNA permainan Belanda tetap terlihat dalam cara mereka menguasai bola dan membangun serangan.
Dengan kualitas pemain yang dimiliki saat ini, banyak pihak meyakini Oranje memiliki peluang besar untuk melangkah jauh di turnamen.
Di atas kertas, Belanda difavoritkan untuk lolos dari Grup F. Namun target mereka tentu bukan sekadar melewati fase grup.
Bagi negara yang telah tiga kali merasakan pahitnya kalah di partai final, pencapaian biasa tidak lagi cukup. Para pendukung Oranje menginginkan sesuatu yang lebih besar: trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah.
Generasi saat ini memiliki kualitas, kedalaman skuad, dan pengalaman yang mumpuni untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Belanda mampu melaju jauh, melainkan apakah mereka akhirnya bisa melewati rintangan terakhir yang selama puluhan tahun selalu menggagalkan mereka.
Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung lahirnya sejarah baru. Atau justru menambah panjang daftar kisah nyaris sempurna yang telah lama melekat pada Timnas Belanda. Semua akan mulai terjawab saat Oranje menantang Jepang di laga pembuka Grup F.*





