SATUMEDIA.ID – Borneo FC Samarinda melepas 15 pemain usai kompetisi musim lalu berakhir, menandai dimulainya era baru bagi tim berjuluk Pesut Etam tersebut menatap musim 2026/2027.
Tak hanya kehilangan sejumlah pemain, Borneo FC juga ditinggal pelatih kepala Fabio Lefundes beserta beberapa anggota staf kepelatihan. Kondisi ini membuat klub asal Samarinda itu harus membangun kembali kekuatan tim meski baru saja menjalani musim yang terbilang sukses.
Pada Liga 1 musim lalu, Borneo FC tampil konsisten sebagai pesaing utama Persib Bandung dalam perebutan gelar juara. Pesut Etam mengoleksi 79 poin dan finis di posisi kedua klasemen akhir. Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Persib, Borneo FC harus puas menjadi runner-up karena kalah dalam catatan head-to-head.
Di tengah perombakan besar yang terjadi, kiper utama Borneo FC, Nadeo Arga Winata, menganggap pergantian pemain dan pelatih merupakan hal yang lumrah dalam sepak bola profesional.
Menurut Nadeo, Borneo FC memang sudah terbiasa melakukan penyegaran skuad hampir setiap musim. Karena itu, kepergian banyak pemain tidak menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi para pemain yang masih bertahan.
“Di dalam sepak bola itu hal yang normal. Pemain datang dan pergi, dan sebagai pemain kita harus siap dengan kemungkinan itu. Kebetulan dalam beberapa tahun terakhir Borneo FC memang selalu seperti itu, jadi sudah cukup biasa,” kata Nadeo dikutip dari laman I.League, Selasa (16/6/2026).
Meski banyak rekan setim memilih hengkang, Nadeo memastikan dirinya tidak pernah terpikir meninggalkan Borneo FC. Kiper berusia 29 tahun itu menilai klub masih menjadi tempat terbaik untuk melanjutkan kariernya.
Selain mendapatkan kepercayaan sebagai penjaga gawang utama, Nadeo juga melihat kondisi finansial klub yang sehat serta keseriusan manajemen dalam mempertahankannya sebagai alasan untuk tetap berseragam Pesut Etam.
“Sudah jelas berarti saat ini hanya Borneo FC yang benar-benar serius menginginkan saya. Tawaran dari klub lain memang ada, tetapi mungkin negosiasinya belum mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Setelah memperpanjang kontrak, Nadeo berharap perombakan besar yang dilakukan Borneo FC dapat membawa dampak positif. Ia ingin membantu tim mengakhiri tren dua musim beruntun sebagai runner-up dan mewujudkan target meraih gelar juara pada musim 2026/2027.
“Tentu menjadi sebuah kebanggaan jika nanti bisa membawa Borneo FC menjadi juara. Aamiin,” pungkasnya.*





