SATUMEDIA.ID – Cristiano Ronaldo kini telah berusia 41 tahun. Di usia tersebut, banyak pesepak bola sudah lama gantung sepatu atau setidaknya tak lagi menjadi pusat perhatian. Namun, Ronaldo berbeda. Ambisi dan mentalitasnya seolah tidak pernah menua. Hasrat untuk menang, mencetak gol, dan terus memecahkan rekor masih membara layaknya seorang pemain yang baru memasuki usia emasnya.
Meski kondisi fisiknya masih sangat terjaga dan ia tetap mampu bersaing dengan para pemain yang jauh lebih muda, waktu tetap menjadi lawan yang tidak bisa dikalahkan siapa pun. Sentuhan magis Ronaldo memang belum hilang. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa tenaganya sudah tak lagi sama seperti satu atau dua dekade lalu, ketika ia mampu berlari tanpa henti selama 90 menit penuh. Hal itu pun mulai memunculkan keraguan dari sebagian pihak terkait perannya di Timnas Portugal.
Meski begitu, dukungan terhadap sang megabintang tetap mengalir dari rekan-rekan setimnya. Jelang laga melawan Uzbekistan, winger Portugal Francisco Conceicao menegaskan bahwa kualitas Ronaldo sebagai pencetak gol masih belum tertandingi.
“Menurut saya Cristiano, dengan kualitasnya dalam mencetak gol, saya rasa tidak ada seorang pun yang sepertinya dalam aspek tersebut,” ujar Conceicao dalam konferensi pers.
Pemain Juventus itu juga menepis anggapan bahwa para pemain Portugal selalu berusaha mencari Ronaldo di lapangan. Menurutnya, setiap pemain akan mengambil keputusan secara spontan berdasarkan situasi pertandingan.
“Kami tidak memiliki kewajiban untuk selalu mengoper bola kepadanya. Saya memberikan bola kepada siapa pun yang menurut saya berada dalam posisi terbaik dan tidak terkawal pada saat itu,” kata Conceicao.
“Kami melakukan semuanya berdasarkan insting, semuanya terjadi dalam sepersekian detik. Cristiano ada di sini untuk membantu, sama seperti pemain lain di tim nasional,” lanjutnya.
Piala Dunia 2026 diyakini menjadi turnamen internasional terakhir Ronaldo bersama Selecao das Quinas. Karena itu, trofi Piala Dunia menjadi target yang sangat spesial bagi sang kapten. Setelah mempersembahkan gelar Euro 2016 dan UEFA Nations League untuk Portugal, hanya trofi Piala Dunia yang belum berhasil ia persembahkan kepada negaranya.
Di sisi lain, Ronaldo juga masih terus mengejar tonggak pribadi. Target 1.000 gol sepanjang karier masih menjadi misi besar yang ingin diwujudkannya. Jika berhasil, pencapaian tersebut akan semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Portugal sendiri memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan setelah ditahan imbang 1-1 oleh tim debutan, Kongo. Kini, duel menghadapi Uzbekistan menjadi sangat krusial, bukan hanya untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya, tetapi juga menjadi panggung bagi Cristiano Ronaldo untuk kembali menjawab semua keraguan yang mengiringinya.
Sebab, selama Cristiano Ronaldo masih berada di lapangan, selalu ada kemungkinan ia kembali menciptakan sesuatu yang luar biasa.*




