SATUMEDIA.ID – Musim 2026/27 menjadi awal babak baru bagi Persija Jakarta. Macan Kemayoran kini memulai era kepelatihan Shin Tae-yong yang dipercaya menakhodai tim dengan membawa harapan besar untuk mengangkat performa klub di kompetisi mendatang.
Kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu langsung mendapat sambutan positif dari dua pemain Persija yang sudah mengenalnya, yakni Witan Sulaeman dan Rayhan Hannan. Keduanya pernah merasakan sentuhan tangan Shin Tae-yong saat membela Timnas Indonesia, sehingga tidak asing dengan metode latihan maupun filosofi permainan yang diterapkannya.
Bagi Witan, reuni dengan Shin Tae-yong menjadi momen yang sangat dinantikannya. Pemain asal Palu itu mengaku tak sabar mengikuti sesi latihan perdana bersama sang pelatih dan berharap dapat memberikan kontribusi maksimal demi membawa Persija meraih prestasi pada musim baru.
“Tentunya saya antusias dengan hadirnya STY ini. Saya menantikan latihan perdana dan bisa sukses bersama Persija,” ujar Witan.
Witan juga menilai komposisi tim yang memadukan pemain senior dan talenta muda akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Persija. Menurutnya, pengalaman para pemain yang lebih matang dapat membantu menjaga keseimbangan tim sekaligus mempertebal kedalaman skuad sepanjang musim.
“Sebagai pemain yang lebih berpengalaman, saya rasa sangat bagus bisa membantu kedalaman skuat,” lanjutnya.
Di sisi lain, Rayhan Hannan melihat kedatangan Shin Tae-yong sebagai kesempatan emas untuk terus meningkatkan kualitas permainannya. Gelandang muda Persija itu akan memasuki musim keempat bersama tim senior setelah sebelumnya berkembang di bawah arahan sejumlah pelatih dengan karakter yang berbeda-beda.
Sejak menembus tim utama pada Liga 1 2023/24, Hannan telah bekerja sama dengan Thomas Doll, Carlos Pena, dan Mauricio Souza. Kini, ia bersiap menambah pengalaman bersama Shin Tae-yong yang dikenal memiliki disiplin tinggi dan perhatian besar terhadap perkembangan pemain muda.
Menurut Hannan, pergantian pelatih merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepak bola. Karena itu, ia memilih fokus beradaptasi dengan cepat terhadap setiap metode latihan dan tuntutan taktik yang diberikan agar terus berkembang sebagai pemain.
“Hal itu di luar kontrol saya, saya tidak bisa mengontrol siapa pelatihnya. Yang terpenting adalah bisa beradaptasi dengan cepat dan mengikuti instruksi pelatih. Jika diberikan kesempatan untuk belajar dengan pelatih yang berbeda, saya pasti akan terus belajar dan berkembang,” kata Hannan.*



