Erick Thohir Sebut Piala Presiden 2026 Jadi Tolok Ukur Kekuatan Klub dan Budaya Suporter Sportif

Ketua Umum PSSI Erick Thohir.(Dok.PSSI).**

SATUMEDIA.ID – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan Piala Presiden 2026 harus menjadi lebih dari sekadar turnamen pramusim. Ajang ini diharapkan menjadi tolok ukur kesiapan klub-klub Indonesia menghadapi musim kompetisi sekaligus memperkuat budaya suporter yang aman, tertib, dan sportif.

Menurut Erick, edisi kedelapan Piala Presiden akan diikuti delapan klub yang terdiri dari tim-tim legendaris Indonesia dan perwakilan Asia Tenggara, termasuk juara bertahan Piala Presiden 2025, Port FC dari Thailand.

PSSI, kata dia, sengaja menghadirkan klub-klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola nasional agar turnamen pramusim ini memiliki kualitas kompetitif sekaligus daya tarik bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan klub-klub Indonesia yang tampil merupakan tim-tim yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sepak bola Indonesia, baik pada era Perserikatan maupun Liga Indonesia. Ada Persib, Persija, PSMS, Persebaya, dan Arema yang selama ini menjadi kekuatan sepak bola nasional,” ujar Erick dikutip dari laman Kemenpora, Rabu (8/7/2026).

Ia berharap klub-klub Indonesia mampu menunjukkan daya saing saat menghadapi lawan dari luar negeri. Menurutnya, Piala Presiden menjadi kesempatan ideal bagi setiap tim untuk mengukur kualitas skuad sebelum menjalani kompetisi resmi.

“Saya ingin melihat apakah klub-klub legendaris Indonesia mampu bersaing secara kompetitif menghadapi Port FC, salah satu klub terbaik di Thailand. Turnamen ini menjadi kesempatan yang baik bagi setiap tim untuk mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga Indonesia maupun ajang internasional,” katanya.

Erick menjelaskan, jumlah peserta turnamen sengaja dibatasi agar tidak mengganggu kalender kompetisi domestik maupun internasional. PSSI juga mempertimbangkan kondisi fisik para pemain sehingga turnamen pramusim tidak menjadi beban yang berpotensi memicu kelelahan atau cedera.

“Kami mempertimbangkan jadwal kompetisi setiap klub, baik di dalam maupun luar negeri. Jangan sampai turnamen pramusim justru mengganggu persiapan tim menghadapi kompetisi yang sesungguhnya,” ucapnya.

Selain menguji kekuatan tim, Erick berharap Piala Presiden 2026 mampu menjadi etalase wajah baru sepak bola Indonesia yang lebih positif. Ia menilai antusiasme suporter harus dibarengi dengan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya.

Erick mengatakan PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus berkoordinasi dengan FIFA untuk memastikan seluruh pertandingan berlangsung aman dan kondusif.

“FIFA mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia pernah memiliki catatan kelam. Karena itu, kepercayaan yang kembali diberikan kepada kita harus dijaga bersama. Operator liga, klub, dan suporter memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan pertandingan yang aman, nyaman, dan tertib,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh suporter menjadikan sepak bola sebagai ruang pemersatu bangsa, bukan ajang permusuhan.

“Kita harus saling menghormati sebagai sesama anak bangsa. Saya ingin seluruh suporter datang ke stadion dengan penuh kegembiraan dan pulang ke rumah dengan selamat. Jangan sampai sepak bola Indonesia kembali diwarnai tindakan kekerasan yang merugikan semua pihak,” pungkas Erick.*

Pos terkait