SATUMEDIA.ID – Persib memilih pendekatan realistis saat tampil di Piala Presiden 2026. Alih-alih memburu gelar juara, Maung Bandung memanfaatkan turnamen pramusim tersebut sebagai bagian dari proses persiapan menuju musim kompetisi yang akan diwarnai jadwal padat. Fokus utama tim adalah meningkatkan kondisi fisik pemain sekaligus membangun kekompakan skuad sebelum menghadapi tantangan sesungguhnya.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menegaskan bahwa hasil di Piala Presiden bukanlah prioritas utama. Menurutnya, turnamen ini menjadi kesempatan ideal bagi tim pelatih untuk mengembalikan kebugaran para pemain setelah masa libur serta mempercepat proses adaptasi wajah-wajah baru di dalam skuad. Ia berharap seluruh pemain sudah berada dalam kondisi terbaik ketika memasuki bulan September, saat Persib mulai menjalani rangkaian pertandingan di berbagai kompetisi, termasuk AFC Champions League Two.
Persib sendiri akan menjalani musim yang cukup berat karena harus bersaing di empat ajang berbeda. Oleh sebab itu, setiap pertandingan di Piala Presiden dimanfaatkan sebagai sarana menguji kesiapan tim, mulai dari aspek fisik, taktik, hingga chemistry antarpemain. Selain itu, turnamen ini juga menjadi momen bagi pemain anyar untuk lebih mengenal atmosfer klub dan dukungan luar biasa dari Bobotoh.
Situasi Persib semakin menantang karena kemungkinan harus tampil tanpa sejumlah pemain andalan yang sedang mendapat panggilan tim nasional Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Igor Tolic menyiapkan kombinasi pemain asing dan talenta muda untuk mengisi kekosongan. Ia mengaku masih menunggu kepastian terkait pemain yang bisa diturunkan, namun menegaskan bahwa target Persib tetap sama, yakni menjadikan Piala Presiden sebagai bagian dari proses pembentukan tim, bukan ajang yang dibebani tuntutan meraih trofi.*





