SATUMEDIA.ID – Arema FC belum menyerah untuk mendapatkan kembali hak atas logo historis singa bertindik. Rencana pendaftaran logo tersebut mendapat keberatan dari salah satu pihak dalam tahapan pengumuman merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Informasi mengenai keberatan itu diterima manajemen Arema FC melalui surat elektronik dari DJKI. Meski menghadapi sanggahan, klub berjuluk Singo Edan tersebut memastikan proses pendaftaran tetap dilanjutkan sesuai aturan.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, keberatan merupakan bagian dari mekanisme yang memungkinkan terjadi dalam proses pendaftaran merek.
“Setiap pihak memiliki ruang untuk menyampaikan keberatan. Karena itu, kami akan menanggapinya melalui prosedur yang telah ditentukan dan tetap berpegang pada ketentuan hukum,” ujar Yusrinal dikutip dari laman Arema FC, Kamis (20/8/2026).
Ia menegaskan, munculnya keberatan tidak mengubah komitmen Arema FC untuk memperjuangkan logo singa bertindik. Logo tersebut dinilai memiliki arti penting bagi perjalanan klub dan Aremania.
“Keberatan ini tidak membuat kami menghentikan proses. Kami tetap berupaya mendapatkan logo tersebut, tetapi seluruh langkah akan kami tempuh melalui jalur yang sesuai dengan hukum,” katanya.
Direktur Legal PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) Adi Ismanto menjelaskan, proses pendaftaran merek masih memungkinkan pemohon memberikan tanggapan atas usulan penolakan.
Menurut dia, pemohon diberikan masa sanggah selama 30 hari kerja untuk menyampaikan jawaban terhadap keberatan tersebut.
“Prosesnya masih berjalan. Ketika yang diterima baru berupa usulan penolakan, ada masa sanggah selama 30 hari kerja yang dapat digunakan untuk memberikan tanggapan,” kata Adi.
AdI memastikan manajemen Arema FC akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan argumentasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan mengikuti seluruh tahapan yang sudah ditetapkan. Apabila kemudian muncul tahapan hukum lainnya, tentu akan kami hadapi melalui mekanisme yang tersedia,” ujarnya.*





