Sean Ono Lennon: Ayah Saya Ingin Lepas dari Beatles

Sean Ono Lennon: Ayah Saya Ingin Lepas dari Beatles.(instagram @johnlennon).**

SATUMEDIA.ID – Sean Ono Lennon mengungkapkan bahwa ayahnya, John Lennon, pada akhirnya “merasa terpaksa menjadi seorang Beatle”. Menurut Sean, sang legenda Liverpool itu sudah jenuh dengan “mesin pop” setelah The Beatles bubar pada 1970, dan ingin fokus sebagai seniman serta aktivis radikal bersama Yoko Ono. Meski begitu, Sean menegaskan ayahnya tidak pernah kehilangan kecintaan pada musik.

Dalam wawancara dengan Chris Hawkins di BBC Radio 6 Music, Sean berkata: “Saya rasa ada mitos soal itu. Saya tidak merasa dia berhenti mencintai musik. Dia berhenti mencintai jenis ketenaran tertentu, berhenti mencintai menjadi bagian dari mesin pop. Bahkan walau selalu memberontak dalam kerangka itu, dia tetap merasa terpaksa menjadi seorang Beatle. Dia benar-benar ingin move on.”

Sean menambahkan, hubungan ayahnya dengan Yoko Ono menjadi pemicu untuk mencari jalan baru. Namun, eksperimen mereka lewat album Some Time in New York City (1972) yang sarat pesan politik justru menuai kritik pedas dan gagal secara penjualan. “Saya pikir lagunya bagus, hanya saja direkam cepat dan impulsif. Itu semangat rock and roll, hampir proto-punk. Tapi orang-orang belum siap untuk itu,” ujarnya.

Pernyataan Sean muncul seiring perilisan box set Power To The People, yang berisi rekaman konser Madison Square Garden 1972 serta materi yang belum pernah dirilis. Kala itu, Lennon bahkan merekam panggilan teleponnya sendiri karena khawatir disadap Presiden Nixon dan FBI akibat penentangannya terhadap Perang Vietnam. “Bagi saya, mendengar rekaman itu seperti mesin waktu, sangat intim, seolah jadi lalat di dinding,” tutur Sean.*

Pos terkait