SATUMEDIA.ID – Daftar destinasi hiburan keluarga di Kota Bandung kembali bertambah. Kali ini, Skyward Project hadir sebagai wahana edutainment modern yang menggabungkan unsur sejarah, teknologi, dan petualangan dalam satu pengalaman rekreasi yang imersif.
Berlokasi di Rooftop 23 Paskal Mall, Skyward Project tak sekadar menawarkan area bermain. Wahana ini dirancang dengan konsep naratif yang kuat, mengajak pengunjung menyelami kisah imajinatif melalui desain interior, permainan cahaya, hingga ragam atraksi interaktif yang edukatif.
Public Relations Skyward Project, Tiara Febria, menjelaskan bahwa konsep Skyward terinspirasi dari sejarah kawasan Pasir Kaliki dan peran strategis Bandung sebagai kota inovasi pada masa awal perkembangan teknologi.
“Skyward terinspirasi dari Old Station, stasiun besar di Bandung pada masa awal perkembangan inovasi dan teknologi. Karena itu, interiornya dibuat menyerupai suasana stasiun. Lokasinya juga dekat dengan Stasiun Kota Bandung,” ujar Tiara dikutip dari laman Pemkot Bandung, Minggu (21/12/2025).
Nilai historis Pasir Kaliki turut dihadirkan secara visual dan simbolik. Unsur “pasir” diwujudkan secara literal di beberapa area wahana, sementara kata “Kaliki” terinspirasi dari tanaman kaliki berwarna merah yang kemudian menjadi warna dominan desain interior, termasuk pada perosotan ikonik Skyward Project.
Tak berhenti pada visual, Skyward Project juga mengusung alur cerita sebagai benang merah pengalaman pengunjung. Kisah ini berpusat pada tokoh Ferdinand, seorang profesor jenius dari Kota River Sand yang menciptakan teknologi secara berlebihan hingga mengancam kelangsungan kotanya.
Narasi tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai elemen wahana, mulai dari ornamen burung Raktavara, permainan tata cahaya, hingga ikon Zeppelin yang menjadi ciri khas Skyward Project.
Dari sisi fasilitas, Skyward Project dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal. Pengunjung dapat memanfaatkan loker berukuran besar, kamar mandi dengan shower, handuk, hair dryer, hingga catokan rambut.
“Setelah bermain, pengunjung bisa langsung bersih dan melanjutkan aktivitas di mall,” kata Tiara.
Skyward Project juga ramah bagi semua kalangan. Akses untuk stroller, kursi roda, dan penyandang disabilitas telah disiapkan. Bagi anak usia dini atau batita, tersedia area playground khusus yang aman dan wajib didampingi orang tua.
Saat ini, Skyward Project menghadirkan enam perosotan, terdiri dari lima slide dewasa dan satu kids slide di area Khaliki Mountain. Selain itu, tersedia dua wahana flying fox bertema Raktavara, yakni Flying Bird dan Flying Human, yang menawarkan sensasi berbeda dari segi ketinggian dan kecepatan.
Beragam mini games interaktif dan edukatif juga dapat dinikmati di area Hall of Chronicles. Adapun ketentuan tinggi badan minimal untuk memasuki area wahana adalah 80 sentimeter. Untuk wahana tertentu seperti Flying Bird dan Flying Human, tinggi badan minimal ditetapkan 130 sentimeter. Anak dengan tinggi sekitar 100 sentimeter tetap dapat menikmati kids slide dengan pendampingan.
Tiara menuturkan, kehadiran Skyward Project diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi masyarakat Bandung dan wisatawan.
“Kami ingin menghadirkan wahana edutainment yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi, terutama agar anak-anak lebih melek teknologi melalui cerita dan permainan,” ujarnya.
Untuk harga tiket, Skyward Project menetapkan tiket masuk sebesar Rp 50.000. Sementara itu, tiket full access unlimited play dibanderol Rp 220.000 pada hari kerja dan Rp 275.000 saat akhir pekan.
Selama bulan Desember, Skyward Project juga memberikan promo diskon 10 persen untuk pemesanan online. Informasi promo dapat diakses melalui akun Instagram @skywardbandung.
Skyward Project beroperasi setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB. Pada malam hari, suasana wahana tampil lebih dramatis berkat permainan tata cahaya, terutama di area Zeppelin dan perosotan yang menjadi daya tarik utama.*




