Sinkhole Ancam SUTT Bireuen–Takengon, PLN Relokasi Jalur Transmisi dalam 3,5 Jam

Proses relokasi dilakukan menggunakan dua emergency tower dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 3,5 jam.(Dok.PT PLN).**

SATUMEDIA.ID – PT PLN (Persero) melakukan relokasi jalur transmisi listrik sebagai langkah cepat mengantisipasi potensi gangguan akibat longsoran berupa sinkhole di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah. Relokasi ini dilakukan untuk mengamankan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Bireuen–Takengon yang menjadi penghubung utama pasokan listrik antara Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Langkah relokasi dilakukan setelah munculnya potensi ancaman terhadap jaringan yang sebelumnya berjarak sekitar 25 meter dari titik longsoran. PLN segera mengerahkan tim transmisi pada Sabtu (31/1/2026) guna memindahkan jalur ke lokasi yang lebih aman demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, relokasi jaringan merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko perusahaan dalam menghadapi kondisi geografis yang rawan bencana. Menurut dia, tindakan cepat diperlukan agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi pemadaman yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Relokasi jalur transmisi dilakukan sebagai langkah pengamanan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan, sekaligus memastikan pasokan listrik tetap stabil,” ujar Darmawan dalam siaran pers dikutip Sabtu (7/2/2026).

Proses relokasi dilakukan menggunakan dua emergency tower dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 3,5 jam. Selama pekerjaan berlangsung, PLN melakukan pemadaman sementara secara terukur untuk menjamin keselamatan petugas serta masyarakat di sekitar lokasi.

Setelah relokasi rampung, sistem kelistrikan kembali berada dalam kondisi aman dan andal. PLN juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat yang mendukung kelancaran proses pengamanan jaringan.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera, Amiruddin, menegaskan bahwa relokasi jalur transmisi menjadi bukti kesiapsiagaan PLN dalam menghadapi potensi risiko di lapangan.

“PLN tidak menunggu gangguan terjadi. Begitu potensi bahaya terdeteksi, relokasi langsung dilakukan agar pasokan listrik tetap terjaga dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” kata Amiruddin.

Ia menambahkan, pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan kondisi jaringan tetap aman serta respons cepat dapat dilakukan apabila terjadi perubahan situasi di lapangan.*