SATUMEDIA.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Bandung. Mojang Wakil I Kabupaten Bandung 2025, Cleodora Octalianti Permadi, berhasil menembus 20 besar finalis ajang Putri Otonomi Indonesia 2026.
Ajang yang diselenggarakan Yayasan Putri Otonomi Indonesia tersebut tidak hanya menjadi kompetisi kecantikan dan talenta, tetapi juga wadah bagi perempuan daerah untuk menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Para finalis dituntut mampu mengangkat potensi lokal sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerahnya.
Perempuan yang akrab disapa Cleo itu membawa misi pelestarian budaya Sunda yang dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui program inovatif bernama Nusaréka Fabric.
Lahir di Bandung pada 14 Oktober 2006, Cleo merupakan putri kedua dari pasangan Permadi dan Diana Martijn. Sejak kecil, ia telah aktif mengembangkan bakat di bidang seni. Pada usia empat tahun, ia mulai mengikuti pendidikan balet di Clara School of Ballet Bandung dan kerap tampil dalam berbagai ajang peragaan busana di Kota Bandung.
Saat ini, Cleo menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Program Studi Administrasi Bisnis. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia aktif menjadi talent berbagai kegiatan promosi kampus serta terlibat dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Berbagai pengalaman tersebut turut mengantarkannya meraih sejumlah prestasi, termasuk sebagai Mojang Wakil I Kabupaten Bandung 2025 dan Putri Otonomi Kabupaten Bandung 2026.
Dalam ajang Putri Otonomi Indonesia 2026, Cleo mengusung program Nusaréka Fabric yang berfokus pada pemanfaatan limbah kain atau fabric waste menjadi produk bernilai ekonomi.
Menurutnya, industri tekstil dan konveksi yang berkembang pesat di wilayah Bandung menghasilkan limbah kain dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Berangkat dari keresahan tersebut, saya menginisiasi program Nusaréka Fabric, gabungan kata Nusantara dan Réka yang dalam bahasa Sunda berarti menciptakan atau berkarya secara kreatif,” ujar Cleo dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Melalui program tersebut, limbah kain diolah kembali menjadi berbagai produk kreatif, seperti aksesori fesyen, suvenir khas daerah, hingga kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
Selain mengurangi volume sampah tekstil, program ini juga dirancang sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsep reduce, reuse, dan recycle.
Cleo menilai gerakan tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan dan tren sustainable fashion.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan besar dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap produk hasil daur ulang.
“Tantangan terbesar adalah meyakinkan masyarakat bahwa produk berbahan dasar limbah kain tetap memiliki kualitas yang baik, nilai estetika tinggi, dan mampu bersaing di pasaran,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan konsistensi dalam pengumpulan bahan baku, inovasi desain yang berkelanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Cleo mengaku bersyukur karena mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitarnya dalam menjalankan misi sosial tersebut.
“Bagi saya, dukungan orang tua menjadi penyemangat utama dan pengingat bahwa kita tidak berjalan sendiri dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Cleo berharap Nusaréka Fabric tidak hanya menjadi program jangka pendek, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memberdayakan pelaku UMKM dan industri kreatif lokal.
Ia juga ingin program tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas generasi untuk membangun kesadaran lingkungan dari langkah-langkah sederhana.
“Saya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melihat bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Dari sepotong sisa kain pun kita bisa menciptakan karya yang bernilai dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” tutur Cleo.*
