SATUMEDIA.ID – Pengurus Wilayah Khusus Masyarakat Ekonomi Syariah Turki (PWK MES Turki) sukses menggelar event perdana di Bulan Ramadan dalam bentuk seminar internasional secara daring dengan judul “Peran Wakaf dalam Membangun Peradaban yang Luhur.”
Webinar tersebut membahas mengenai Ottoman Waqf dengan tujuan memperdalam pemahaman mengenai sistem perwakafan di era Kesultanan Utsmaniyah dan relevansinya dalam dunia modern.
Webinar tersebut menghadirkan sejumlah pakar dan akademisi – Prof. Raditya Sukmana (Profesor Ekonomi Islam Universitas Airlangga) dan Dr. Aam Slamet Rusydiana (Dosen Sakarya University).
Seminar ini membahas bagaimana sistem wakaf di era Ottoman berkembang menjadi salah satu pilar ekonomi dan sosial yang menopang kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang sifatnya berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu inisiatif dari kepengurusan baru berkolaborasi dengan komunitas Waqf Talk di Turki untuk menghidupkan kembali semangat wakaf di kehidupan modern. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem wakaf yang berkembang pesat pada masa kekaisaran Ottoman,” kata Ketua Umum PWK MES Turki, Dyah Sisca Putri Prasmesti dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (16/3/2025).
Dyah juga mengatakan, mengutip pidato Presiden Prabowo beberapa waktu lalu dalam acara milad Muhamadiyah ke 112, Pak Prabowo mengatakan jika beliau pernah belajar tentang peradaban sukses yang disebut kekaisaran Ottoman.
Presiden mengutip perkataan terkenal dari Kaisar Ottoman tersebut, “bahwa tidak ada negara yang berhasil tanpa pemerintah yang bersih, tidak ada kemakmuran tanpa keadilan, tidak ada negara yang berhasil kalau rakyatnya tidak bahagia dan sejahtera”.
“Kekuatan kesultanan Ottoman masa itu sudah barang tentu ditopang oleh sistem ekonomi yang mengacu pada syariah islam, sehingga Ottoman dapat bertahan lebih dari hampir 700 tahun (7 abad lamanya),” ungkap Dyah.
Perwakilan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat Ekonomi Syariah khususnya Pengurus Wilayah Khusus Turki karena telah menyelenggarakan kegiatan seminar dengan harapan dapat menambah wawasan dan memunculkan ide-ide baru mengenai ekonomi syariah.
Kegiatan seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, dan pegiat ekonomi syariah dari berbagai negara. Mereka mengapresiasi MES Turki dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan literasi wakaf secara global dan harapannya generasi-generasi muda dapat menggiatkan ekonomi syariah yang lebih luas, sehingga diskusi berjalan sangat interaktif.
Harapan peserta ke depan, mudah-mudahan MES Turki di bawah kepemimpinan Dyah bisa lebih berkembang pesat, selain kepengurusan bergerak sangat kompak, jiwa militan para mahasiswa Indonesia yang belajar di Turki saat ini bisa menjadi pemicu semangat baru membangkitkan negara Indonesia menuju Indonesia Emas tahun 2045.
untuk diketahui, Dyah Sisca Putri Pramesti selain duduk sebagai Ketua Umum PWK (Perwakilan Wilayah Khusus) MES Turki. Mahasiswa asal Kota Cimahi ini, juga sekarang sedang menempuh studi program doktoral S3 Ekonomi Bisnis di negara dua benua tersebut.
Sukses untuk para diaspora Indonesia di Turki, sukses buat para pengurus baru PWK MES Turki periode 2025 – 2029. Menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045.*