TPT Sasak Golkar Jebol Dihantam Banjir, Puluhan KK di Melong Cimahi Kebanjiran

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira meninjau lokasi banjir di  Sasak Golkar RW02, Jalan Gempolsari, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu (16/3/2025). (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di Sasak Golkar RW02, Jalan Gempolsari, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi terdampak banjir akibat jebolnya tembok penahan tanah (TPT) pada Sabtu (15/3/2025) malam.

TPT yang jebol memiliki panjang sekitar 45 meter. Diduga, tak kuat menahan banjir yang diakibatkan hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi dari Sabtu siang hingga malam.

Banjir juga nyaris merobohkan seluruh kantor aqiqah dan gudang rongsokan yang berdiri di kawasan Sasak Golkar. Ketinggian air mencapai sekitar 1-2 meter.

“Ada 40 KK yang terdampak banjir di Kelurahan Melong. Paling parah itu di RT 01, 02, 03 dan 04. Warga memilih untuk bertahan di rumahnya ketimbang harus mengungsi untuk menjaga harta bendanya,” kata Ketua RW 02, Suryana (50), Minggu (16/3/2025).

Ia mengungkapkan, banjir di Sasak Golkar kerap terjadi setiap musim hujan. Diduga, titik persoalannya akibat minimnya saluran air.

“Air hujan jadinya tak cepat terbuang karena minimnya saluran pembuangan. Oleh karena itu, kami mendorong Pemkot Cimahi untuk membuat sodetan,” ujarnya

Salah seorang warga, Dedi (53) mengaku pada saat TPT jebol tak jauh dari lokasi kejadian. Ketika itu, ia hendak ke masjid untuk salat tarawih.

“Tadinya saya pikir ada orang lagi bongkar muat jalan, pas saya cek ternyata bangunan ambruk,” kata Deni.

Ditinjau Wakil Wali Kota Cimahi

Banjir di kawasan Sasak Golkar mendapat perhatian Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira. Ia meninjau langsung lokasi ambrolnya TPT dan gudang rongsokan.

“Hari ini, kami fokus pada penanganan
warga yang terdampak banjir. Tadi saya melihat ada lansia yang usianya 83 tahun yang tinggal sendirian, juga beberapa ibu hamil. Ini harus kita tangani dahulu, keselamatan dan kesehatan manusia menjadi prioritas utama,” kata Adhitia.

Ia menyebut, sementara untuk penanganan TPT yang ambrol, pihaknya berencana menurunkan ekskavator untuk mengeruk material TPT agar tidak menyumbat aliran air.

“Bongkahan material TPT harus diangkat dahulu biar tidak menyumbat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengungkapkan banjir yang melanda Cimahi pada Sabtu kemarin berdampak kepada 500 KK. Terdiri dari 1500 jiwa terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu 15 Maret 2025.

“Rinciannya terdiri dari 43 lansia, dewasa 1.140 orang, anak di atas 5 tahun 292 orang dan balita 25,” sebut Fithriandy.

Ia tak memungkiri, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Cimahi disebabkan ada beberapa sarana prasarana kota yang tidak berfungsi lagi dengan baik.

“Tentunya harus dilakukan perbaikan-perbaikan, termasuk pembuatan saluran air baru,” kata Fithriandy.*

Pos terkait