Cegah Layanan Terganggu Banjir, Puskesmas Melong Tengah Dibangun Dua Lantai

Pemkot Cimahi mulai membangun gedung baru Puskesmas Melong Tengah untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini mengganggu pelayanan kesehatan setiap musim hujan. Pembangunan gedung baru tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Melong, Kota Cimahi, Selasa (25/8/2026).(istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mulai membangun gedung baru Puskesmas Melong Tengah untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini mengganggu pelayanan kesehatan setiap musim hujan.

Pembangunan gedung baru tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Melong, Kota Cimahi, Selasa (25/8/2026). Gedung dua lantai itu ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026 dan mulai digunakan secara penuh pada awal 2027.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pembangunan gedung baru menjadi solusi atas kondisi Puskesmas Melong Tengah yang berulang kali terdampak banjir.

“Setiap musim hujan, puskesmas ini selalu terdampak banjir. Karena itu, tahun ini kami mulai membangun gedung baru,” ujar Ngatiyana, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, persoalan banjir tidak hanya mengganggu kenyamanan pelayanan. Genangan juga berisiko terhadap keselamatan pasien dan tenaga kesehatan, termasuk mengancam peralatan medis serta keberlangsungan pelayanan.

Karena itu, gedung baru dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan sekaligus kondisi lingkungan yang sebelumnya rentan terhadap banjir.

“Bangunan ini akan mengikuti regulasi terbaru dan menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis lima klaster pelayanan. Harapannya, pelayanan menjadi lebih tertata, cepat, dan komprehensif,” kata Ngatiyana.

Gedung tersebut memiliki luas sekitar 265 meter persegi. Pembangunannya menggunakan anggaran APBD Kota Cimahi dan masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah.

Proyek itu dikerjakan dalam waktu 143 hari kalender dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati mengatakan, faktor keselamatan menjadi alasan utama pembangunan gedung baru tersebut.

“Yang paling utama adalah keselamatan pasien. Lokasi Puskesmas Melong memang selalu terdampak banjir ketika musim hujan,” ujar Mulyati.

Selain mengganggu pelayanan, banjir juga berpotensi merusak peralatan kesehatan dan dokumen penting milik pasien.

Selama proses pembangunan berlangsung, pelayanan kesehatan tidak dihentikan. Masyarakat tetap dapat mengakses layanan Puskesmas Melong Tengah dari lokasi sementara di kawasan Kompleks Pharmindo.

Mulyati memastikan pemindahan sementara tersebut tidak akan menghilangkan akses warga terhadap layanan kesehatan.

Salah satu layanan yang akan diperkuat setelah gedung baru beroperasi adalah pelayanan persalinan selama 24 jam.

Menurut Mulyati, layanan tersebut dibutuhkan warga Melong dan wilayah sekitarnya, terutama untuk menangani persalinan pada malam hari maupun kondisi darurat.

“Nantinya pelayanan persalinan dapat dilakukan selama 24 jam. Jadi, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kapan pun membutuhkan,” katanya.

Mulyati menambahkan, pembangunan gedung baru juga mendapat pendampingan dan pengawasan dari Kejaksaan Negeri Kota Cimahi. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan, termasuk dari sisi waktu dan penggunaan anggaran.

Ia berharap pembangunan Puskesmas Melong Tengah dapat diselesaikan tepat waktu dan menghasilkan fasilitas kesehatan yang aman serta mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Ini merupakan pembangunan yang diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan warga. Mudah-mudahan seluruh prosesnya berjalan lancar,” ujar Mulyati.*

Pos terkait