SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bersama sejumlah pemerintah daerah di Bandung Raya tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kampung Adat Cireundeu. Proyek pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, lahan yang disiapkan merupakan gabungan aset milik lima pemerintah daerah, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dan Pemerintah Kota Cimahi.
Saat ini, proses administrasi dan hibah lahan kepada Kementerian Sosial masih berlangsung. Pemerintah Kota Cimahi berharap tahapan tersebut dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan bisa direalisasikan pada 2027.
“Sekarang kami sedang menyiapkan seluruh persyaratan penyerahan lahannya. Harapannya, tahun depan pembangunan sudah bisa berjalan setelah aset dari masing-masing daerah resmi dialihkan kepada Kementerian Sosial,” ujar Ngatiyana, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, penyerahan lahan membutuhkan koordinasi antarpemerintah daerah karena aset yang digunakan tidak berasal dari satu instansi saja. Dalam proses tersebut, Gubernur Jawa Barat akan memfasilitasi penyerahan aset secara resmi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
Setelah pengalihan lahan selesai, pelaksanaan pembangunan akan ditangani Kementerian Sosial.
Ngatiyana menyebut, Pemerintah Kota Cimahi terus menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota di Bandung Raya. Dinas Sosial juga dilibatkan untuk mengawal proses administrasi agar rencana pembangunan tidak terhambat persoalan aset.
Menurut dia, kepastian status lahan menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek tersebut memasuki tahap konstruksi.
Ngatiyana berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Cireundeu dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat layanan pendidikan di Cimahi sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang sesuai dengan potensi mereka.
“Melalui Sekolah Rakyat ini, kami ingin semakin banyak anak dari keluarga yang membutuhkan bisa mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik. Kami berharap mereka kelak tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi daerah maupun bangsa,” tuturnya.
Ngatiyana menilai, pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari masa depan Kota Cimahi. Karena itu, ia berharap Sekolah Rakyat dapat melengkapi keberadaan fasilitas pendidikan lain, termasuk Sekolah Taruna Nusantara.
Pemerintah Kota Cimahi kini menunggu penyelesaian proses hibah lahan sebelum pembangunan sekolah tersebut dapat dilaksanakan oleh Kementerian Sosial.*





