IKA PMII KBB Dorong Ekonomi Lokal Lewat Koperasi, Gandeng Petani Kopi dan Gula Semut

Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2031 resmi dilantik di Gedung HBS Cimareme KBB pada Selasa (25/8/2026). (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2026–2031 resmi dilantik, Selasa (25/8/2026). Dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Wakil Ketua DPRD KBB Asep Dendi, dan lainnya.

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi organisasi alumni PMII di KBB untuk memperluas peran, tidak hanya dalam membangun jejaring sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pelantikan yang dihadiri Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi,M.A.P itu dirangkai dengan sejumlah agenda, mulai dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, doa bersama untuk kesuksesan Muktamar PBNU, hingga dialog pemberdayaan ekonomi umat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan peluncuran koperasi, aplikasi SIAP, pengukuhan pengurus anak cabang (PAC) tingkat kecamatan, gelar produk UMKM binaan, musikalisasi kader, serta Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

Ketua PC IKA PMII KBB periode 2026–2031, Saiful Rachman mengatakan, rangkaian agenda tersebut sengaja dikemas dalam satu kegiatan untuk memperkuat efektivitas sekaligus mempercepat pelaksanaan program organisasi.

Menurut dia, salah satu fokus utama IKA PMII KBB ke depan adalah membangun kemandirian ekonomi alumni dan masyarakat melalui koperasi yang telah disiapkan secara kelembagaan.

“Kami tidak ingin pelantikan berhenti pada seremoni. Sejumlah program sudah mulai dijalankan, termasuk koperasi yang kini telah memiliki legalitas dan siap dikembangkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi,” ujar Saiful seusai kegiatan.

Saiful mengatakan, koperasi tersebut telah mengantongi akta notaris, pengesahan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), serta Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dengan legalitas tersebut, koperasi diharapkan dapat berkembang secara profesional sekaligus menjadi wadah untuk mempertemukan potensi ekonomi para alumni dan pelaku usaha lokal.

“Semangatnya adalah akselerasi ekonomi berbasis umat. Jadi kami berupaya memastikan gagasan tersebut benar-benar diwujudkan melalui program yang bisa dirasakan manfaatnya,” katanya.

Gandeng Petani Lokal

Pada tahap awal, koperasi IKA PMII KBB telah memiliki dua produk unggulan yang berasal dari petani lokal, yakni kopi Gunung Halu dan gula semut Mekarwangi.

Kopi diperoleh melalui kerja sama dengan petani di kawasan Gunung Halu, sedangkan gula semut berasal dari pelaku usaha dan petani di Mekarwangi.

Ketua PC IKA PMII KBB periode 2026–2031, Saiful Rachman.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

Saiful mengatakan, pengembangan produk lokal menjadi salah satu strategi koperasi untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat.

“Untuk tahap awal kami mengembangkan dua produk, yaitu kopi dari Gunung Halu dan gula semut dari Mekarwangi. Keduanya merupakan produk lokal Bandung Barat yang kami dorong agar memiliki pasar lebih luas,” tuturnya.

Selain dua produk tersebut, koperasi juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku UMKM untuk mengembangkan berbagai produk unggulan lainnya.

Menurut Saiful, sektor kuliner hingga produk olahan masyarakat memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui jaringan alumni PMII.

“Kami ingin jaringan alumni menjadi salah satu pintu masuk bagi produk UMKM lokal agar tidak hanya berputar di pasar sekitar, tetapi bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ucapnya.

300 Alumni Sudah Terdata

Saiful menjelaskan, konsep koperasi yang dibangun IKA PMII KBB juga mencakup simpan pinjam yang diarahkan untuk kegiatan produktif.

Dana yang dihimpun dari anggota nantinya diharapkan dapat menjadi sumber permodalan bagi anggota yang memiliki atau ingin mengembangkan usaha.

Saat ini, sekitar 300 alumni telah terdata sebagai anggota. Jumlah tersebut masih akan terus dikembangkan melalui sosialisasi di berbagai wilayah KBB.

“Data sementara yang sudah terhimpun sekitar 300 anggota. Kami masih terus melakukan pendataan karena alumni PMII di Bandung Barat cukup banyak dan tersebar di berbagai wilayah,” katanya.

Ia menegaskan, alumni PMII yang pernah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dan kini berdomisili di KBB memiliki kesempatan untuk bergabung.

Untuk memperluas jangkauan organisasi, IKA PMII KBB juga mulai membentuk perangkat kepengurusan hingga tingkat kecamatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan organisasi dalam mengidentifikasi sekaligus mengembangkan potensi alumni di setiap wilayah.

“Pengurus di tingkat kecamatan kami siapkan sebagai penghubung untuk menginventarisasi potensi alumni sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi di masing-masing wilayah,” ujar Saiful.

Saiful menambahkan, keberadaan IKA PMII KBB juga diarahkan menjadi ruang silaturahmi bagi para alumni yang kini memiliki latar belakang profesi, jabatan, maupun pandangan politik yang beragam.

Perbedaan tersebut, kata dia, tidak seharusnya menjadi penghalang bagi alumni untuk bekerja sama dalam mendorong pembangunan daerah.

“IKA PMII harus menjadi rumah bersama bagi alumni. Perbedaan pekerjaan, posisi, maupun pilihan politik jangan sampai menghilangkan semangat untuk saling menguatkan,” katanya.

Ia berharap kekuatan alumni yang tersebar di sektor pemerintahan, legislatif, dunia usaha, hukum, pendidikan, hingga berbagai bidang lainnya dapat menjadi modal sosial untuk membangun KBB.

Di sisi lain, IKA PMII KBB menempatkan pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam mendorong program pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah. Artinya, ketika ada ruang yang bisa kami isi untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, kami siap berkolaborasi dan memberikan kontribusi,” tandasnya.*

Pos terkait