Trotoar Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung Bagai Ranjau bagi Pejalan Kaki

Lubang di trotoar Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung membahayakan pejalan kaki. Tak hanya itu pada musim hujan kerap banjir karena saluran air di bawah trotoar dipenuhi sampah dan terjadi sedimentasi, Jumat (3/5/2024)/Dokumentasi Dede Supriatna.

SATUMEDIA.ID – Trotoar di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung tidak hanya tak ramah terhadap kaum disabilitas tapi juga kepada masyarakat lainnya. Seperti di dekat Carrefour atau dekat Samsat, beberapa lantai trotoar rusak dan banyak lubang besar.

“Lubang-lubang di trotoar Jalan Soekarno-Hatta sudah lama dibiarkan. Bahkan seingat saya, sebelum Pak Oded Muhammad Danial menjadi pemenang Pilkada kondisinya sudah seperti itu,” kata Dede Supriatna warga Jalan Sekelimus, Kelurahan Batununggal, Kota Bandung, Jumat (3/4/2024).

Ia menyebut dirinya pernah mengirim surat surat secara resmi kepada Wali Kota Oded Muhammad Danial minta trotoar yang rusak diperbaiki. Namun sampai berganti wali kota tak kunjung diperbaiki.

Untuk meyakinkan Pemkot Bandung dan menghindari fitnah, lanjut Dede, dirinya
kembali berkirim surat pada tanggal 22 Oktober 2018 dengan isi : “Sehubungan dengan kondisi trotoar tersebut berkenan kiranya Bapak Walikota untuk memprioritaskan perbaikan trotoar seperti halnya trotoar dari lampu merah/jln buah batu sampai lampu merah /perempatan Pizza Hut dan dari perempatan lampu merah Samsat sampai jln Kiaracondong trotoarnya sudah lebar, nyaman dan sesuai untuk kaum disabilitas/kaum difabel “.

“Sampai sekarang kondisi trotoar yang bolong-bolong tak kunjung diperbaiki. Malah kondisinya semakin memprihatikan, membahayakan pejalan kaki dan sangat tidak ramah bagi penyandang disabilitas,’ sebutnya.

Dirinya berharap siapapun yang pada akhirnya dipercaya oleh rakyat untuk menjadikan skala prioritas perbaikan. Mengingat trotoar Jalan Soekarno-Hatta merupakan jalur hidup yang sering dilintasi warga dari berbagai daerah.

“Sekarang timbul pertanyaan sampai kapan ini dibiarkan. Apakah harus menunggu jatuh korban terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurutnya, yang lebih memprihatinkan lagi saluran air di bawah trotoar tersebut dipenuhi sampah dan terjadi sedimentasi. Terbukti ketika hujan deras turun kerap kali air meluap dari dalam saluran air tersebut

“Yang pasti warga ingin trotoar diperbaiki serta sampah dan sedimentasi segera diangkat. Ketika memang yang jadi persoalan mengenai status Jalan Soekarno-Hatta tersebut apakah jalan kota , provinsi ataupun nasional. Silahkan saja pihak berwenang untuk melakukan perbaikan,” tandas Dede.*

 

Pos terkait