Desa Mekarwangi Kabupaten Bandung Jauh dari Akses Pendidikan SMA

Ilustrasi ruang kelas.(Picabay).**

SATUMEDIA.ID – Desa Mekarwangi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung jauh dari akses pendidikan SMAN maupun SMKN. Kondisi ini tak bisa dilepaskan dari letak geografisnya yang berada di pelosok di antara perbukitan.

“Masyarakat kami sangat mendambakan sekolah baru, baik SMAN maupun SMKN. Keberadaan bangunan sekolah baru SLTA ini sangat diharapkan masyarakat karena banyak lulusan SMP yang berharap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau ke SMAN/SMKN,” kata Kepala Desa Mekarwangi H. Endut Suratman saat dihubungi Sabtu (5/4/2025).

Ia menyuarakan aspirasi dan harapan masyarakat kepada pemerintah terkait, terutama terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Pembangunan sekolah baru SMAN/SMKN itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kita berharap pembangunan sekolah baru SLTA itu segera direalisasikan pemerintah terkait di Desa Mekarwangi, supaya para lulusan SMP bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di sekolah SMAN atau SMKN. Itu yang menjadi harapan kami,” tuturnya.

Apa yang menjadi harapan masyarakat itu sempat disampaikan jajaran Pemerintah Desa Mekarwangi kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung.

Saat itu, Bupati Bandung sedang melaksanakan Rembug Bedas di Desa Mekarwangi pada Selasa 17 September 2024 lalu. Saat itu, pemerintah desa yang disaksikan masyarakat dari berbagai unsur menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Bandung ihwal harapannya ada pembangunan sekolah baru SMAN/SMKN di Desa Mekarwangi.

Untuk menguatkan aspirasi masyarakat itu, Kades Mekarwangi Endut Suratman dan Ketua BPD Mekarwangi Iwan Ardiansyah memimpin musyawarah desa (musdes) di sela-sela pelaksanaan Rembug Bedas tersebut.

Pelaksanaan musdes itu dihadiri dan langsung disepakati oleh pemerintah desa bersama para Ketua RT, RW, Perangkat Desa, LPMD, BPD, Linmas, kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan unsur lainnya.

Menurut Endut, untuk pembangunan sekolah baru SMAN/SMKN itu, Desa Mekarwangi memiliki lahan carik desa seluas 42 hektare di kawasan Pasir Pogor desa tersebut.

“Namun untuk pembangunan sekolah baru SMAN/SMKN pada lahan seluas 1 hektare dan pemanfaatannya pun sudah mendapat persetujuan dari masyarakat melalui pelaksanaan musdes yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Jadi lahan carik desa itu tinggal dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah baru,” tuturnya.

Endut berharap pembangunan sekolah baru SMAN/SMKN itu ada progres kedepannya. Apalagi saat ini jelang tahun ajaran baru 2025/2026, sehingga ada pembahasan lebih lanjut untuk mematangkan wacana maupun perencanaan pembangunan sekolah baru tersebut.

“Karena masyarakat kami sudah sangat mendambakan ada sekolah baru SMAN/SMKN, untuk pendidikan generasi penerus bangsa. Soalnya, sampai saat ini di Desa Mekarwangi maupun di Kecamatan Ibun belum ada SMAN/SMKN. Kami berharap apa yang menjadi harapan masyarakat ini menjadi perhatian semua pihak untuk kelangsungan pendidikan atau kegiataan belajar mengajar para siswa/i di sekolah,” ungkapnya.

Endut menyebutkan bahwa para lulusan SMP yang hendak melanjutkan pendidikan ke SMAN/SMKN harus menempuh perjalanan beberapa kilometer. Sekolah negeri itu berada di Kecamatan Solokanjeruk dan Majalaya Kabupaten Bandung.*

Pos terkait