Calon Jemaah Haji Asal Bandung Barat Mulai 16 Mei 2024 Diterbangkan ke Arab Saudi

Kepala Kantor Kementerian Agama KBB, Tedi Ahmad Junaedi.(Dicky Mawardi/Satumedia)**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 1.181 calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan diberangkatkan tahun 2024 ini. Mereka akan diberangkatkan dalam dua gelombang dan tiga kelompok terbang (kloter) dengan ditemani 21 petugas.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Tedi Ahmad Junaedi mengatakan, untuk gelombang pertama yang berjumlah 432 calon jemaah haji plus 8 petugas akan berangkat bersama kloter 10. Diberangkatkan dari Asrama Pusdikkav menuju Asrama Bekasi pada 15 Mei mendatang, sebelum diterbangkan ke Mekkah pada 16 Mei 2024.

Sedangkan gelombang kedua ada dua kloter yang akan diberangkatkan. Yakni kloter 46 sebanyak 432 orang beserta 8 petugas, dan kloter 54 calon jemaah haji sebanyak 317 orang dan 5 petugas haji.

“Sementara kloter 46 berangkat dari Pusdikkav pada 31 Mei 2024 dan kloter 54 berangkatnya 4 Juni 2024. Semuanya diberangkatkan dari Pusdikkav Padalarang,” kata Tedi Ahmad Junaedi, Rabu (8/5/2024).

Ia menyebut, dari ribuan calon jemaah haji asal KBB paling muda berusia 18 tahun bernama Padli Abdullah Zaki asal Kecamatan Cipongkor. Sedangkan jemaah haji paling tua berusia 94 tahun atas nama Iman Rakiman, asal Kecamatan Parongpong.

“Jemaah haji Bandung Barat yang berangkat tahun ini yang mendaftar akhir tahun 2013 dan 2014 awal.Jadi mereka daftar tunggunya 10 sampai 11 tahun untuk keberangkatan tahun 2024 ini,” jelasnya.

Tedi mengabarkan, bahwa cuaca panas di Arab Saudi saat ini sudah agak menurun. Sebelumnya cuaca sempat menyentuh 50 derajat Celcius.

“Berdasarkan informasi terakhir cuaca di Arab Saudi sudah agak menurun. Namun, kewaspadaan untuk mengantisipasi cuaca tetap menjadi perhatian, terutama bagi lansia. Karena tagline haji kita untuk tahun ini masih ‘Haji Ramah Lansia’. Jadi lansia mendapat perhatian lebih,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, jemaah lansia bisa terawasi secara medis, kondisi sosiologis dan lainnya. Diketahui ada 96 orang jemaah haji yang sudah berusia lanjut.

Selain menjaga kesehatan, Tedi juga berpesan kepada para jemaah untuk menjaga kekompakan serta menjaga kondisi sebaik mungkin menghadapi puncak haji. Karena menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah yang 70%-nya merupakan ibadah fisik.*

 

Pos terkait