Seorang Jemaah Haji Asal Bandung Barat meninggal

Kepala Kantor Kementerian Agama KBB, Tedi Ahmad Junaedi.(Dicky Mawardi/Satumedia)**

SATUMEDIA.ID – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) kloter JKS-46 meninggal dunia setelah 26 hari melaksanakan rangkaian ibadah haji tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi, di Hotel Kiswah Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (26/6/2024).

Jemaah haji yang meninggal atas nama Hj Wiwi binti Mimid. Tercatat sebagai warga Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan informasi dari PPIH Kloter JKS-46, sebelum meninggal dunia, Wiwin rencananya akan pulang lebih dulu pada Sabtu, 29 Juni 2024, bergabung dengan Kloter JKS-16.

Kepala Kemenag KBB Tedi Ahmad Junaedi membenarkan salah satu jemaah haji asal KBB meninggal dunia. Semasa hidupnya, almarhum memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

“Hj Mimin memiliki riwayat penyakit Pneumonia (radang paru-paru),” kata Tedi Ahmad Junaedi, Minggu (30/6/2024).

Ia menyebut, selama di Makkah pernah di rujuk ke rumah sakit Arab Saudi satu kali dan sempat beberapa kali mendapatkan perawatan seperti di Arafah termasuk di klinik.

Almarhumah sudah selesai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji, Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan mina (Armuzna) serta melaksanakan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

“Almarhumah telah melaksanakan seluruh tahapan ibadah haji,” ucapnya.

Dijelaskannya, sesuai prosedur Kementerian Agama, bagi jemaah haji yang meninggal dunia di Makkah akan menerima asuransi sesuai dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Asuransi ini diberikan langsung kepada pihak keluarga atau ahli waris.

“Sesuai prosedur jemaah yang wafat di Arab Saudi akan menerima asuransi sebesar biaya perjalanan ibadah haji. Yang dibayarkan itu Rp 53,8 juta akan dikembalikan kepada keluarga korban (ahli waris). Itu langsung di transfer ke rekening almarhumah,” katanya.*

 

Pos terkait