SATUMEDIA.ID – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambah 50 siswa untuk setiap rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri dampaknya juga dirasakan sekolah swasta di Kota Cimahi.
Fakta menarik, banyak orangtua calon siswa baru yang sudah mendaftar ke sekolah swasta memilih cabut berkas. Itu dilakukan sejumlah orangtua begitu mengetahui ada kebijakan penambahan jumlah siswa baru di sekolah negeri.
“Ada yang sudah daftar, tapi kemudian cabut berkas lagi begitu mendengar di SMA negeri itu rombelnya sampai 50 orang, jadi mereka nunggu pengumuman itu,” kata Wiwi Astuti, guru sekaligus panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kartika, Jumat (11/7/2025).
Ia mengungkapkan sampai H-3 menjelang hari pertama sekolah, Senin (14/7/2025) baru ada sekitar 40 -an calon siswa baru. SMA Kartika berlokasi di lingkungan kompleks militer Brigif 15/Kujang, Jalan DR. Sam Ratulangi, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
“Kondisi sekolah swasta sekarang memang seperti ini, kekurangan siswa baru. Sampai Jumat siang, tercatat hanya ada sekitar 40 an pendaftar,” ujarnya.
Faktor penyebab terus menurunnya peminat ke sekolah swasta, tak dapat dilepaskan dari kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menambah jumlah siswa dalam satu rombel menjadi 50 orang.
Otomatis, banyak orangtua yang lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolH negeri. Hal itu membuat sekolah swasta sepi peminat.*
