Fraksi PDI Perjuangan Berikan ‘PR’ Kepada  Bupati Jeje Ritchie dan Wabup Asep Ismail

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD KBB, Iwan Ridwan Setiawan.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyoroti tiga persoalan krusial yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail di masa pemerintahan lima tahun ke depan.

“Tiga persoalan krusial yang mesti menjadi perhatian serius pemerintah adalah penanganan sampah, kontribusi pemanfaatan sumber air bersih Cijanggel oleh Perumda Air Minum Tirta Raharja, dan Jalan Lingkar Padalarang,” kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD KBB, Iwan Ridwan Setiawan, Selasa (22/7/2025).

Tiga persoalan tersebut, masuk dalam pandangan Fraksi PDI Perjuangan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan.

“Kenapa kami soroti persoalan sampah, karena ini menjadi persoalan serius yang mesti menjadi prioritas pemerintahan sekarang. Tentunya mesti ada solusi ketika TPA Sarimukti kelak ditutup, pemerintah harus menyiapkan TPA sendiri,” sebut Iwan yang juga anggota Pansus RPJMD ini.

Ia pun mendorong Pemkab Bandung Barat untuk melobi Pemprov Jabar agar kuota pembuangan sampah KBB ke TPA Sarimukti ditambah.

“Pertimbangannya, TPA Sarimukti itu jelas berada di KBB. Masa KBB yang memiliki wilayah dan terdampak langsung kuotanya hanya 17 ritase per hari, sementara Kota Bandung Bandung 140 ritase dan Kabupaten Bandung 40 ritase. Mestinya kuotanya ditambah, pada akhirnya ini dikembalikan kepada kemampuan pemerintah daerah untuk melobi Pemprov Jabar,” ucapnya.

Banyaknya sampah di KBB yang tidak bisa terangkut ke TPA Sarimukti, menurut Iwan, menimbulkan tanda tanya besar. “Sampahnya oleh masyarakat dibuang kemana? Ke sungai, dibakar, atau diolah,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan pembangunan Jalan Lingkar Padalarang – Cipatat, Iwan mendorong Pemkab Bandung Barat untuk mengalokasikan anggaran pembebasan lahan.

“Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat merupakan CSR PT Belaputera Intiland pengembang perumahan Kota Baru Parahyangan. Groundbreakingnya sudah dilaksanakan pada tahun 2022. Dimana pembangunannya dibiayai penuh PT Belaputera Intiland , sementara pembebasan lahan jadi tanggung jawab Pemda,” tuturnya.

“Oleh karena itu, kami mendorong agar Pemda mengalokasikan anggaran pembebasan lahan. Bagaimana pun juga dampak dari jalan lingkar ini akan mengurai
kemacetan jalur Padalarang Cianjur,” tambahnya.

Hal lain yang menjadi sorotan, menyangkut pemanfaatan sumber air Cijanggel oleh Perumda Air Minum Tirta Raharja milik Pemkab Bandung. Pasalnya, hingga kini belum pernah ada konstribusi dari pemanfaatan air Cijanggel tersebut.

“Tuntutan kompensasi dari pemanfaatan air Cijanggel ini sudah berlangsung lama. Sejak awal KBB berdiri pun sudah menjadi wacana, tapi sayangnya hingga kini masih tetap wacana,” keluhnya.

“Kamis optimistis dibawah kepemimpinan dan keseriusan Pak Jeje dan Pak Asep Ismail masalah ini akan tuntas dan menjadi point penting dari sisi apapun,” pungkasnya.*

Pos terkait