SATUMEDIA.ID – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaunching aplikasi Elektronik Monitoring dan Evaluasi (e-Monev).
“Aplikasi e-Monev sebagai inovasi teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan,” kata M. Imam Yudha Wiwaha, peserta pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan 1 Puslatbang PKASN LAN Tahun 2025 saat ditemui, Jumat (25/7/2025).
Ia menjelaskan, aplikasi ini bukan sekadar alat digital, melainkan representasi konkret dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas dalam seluruh proses pembangunan.
“Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan transformasi digital nasional, langkah ini layak disebut sebagai lompatan strategis yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian PAN-RB menargetkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi tulang punggung birokrasi masa depan: birokrasi yang tidak hanya digital dalam bentuk, tapi juga dalam budaya kerja dan cara berpikir. Maka, kehadiran e-Monev di KBB merupakan bentuk nyata dari transformasi tersebut.
Imam merinci lima manfaat utama dari penerapan sistem e-Monev, pertama Peningkatan Keakuratan Data. Dengan fitur validasi, sistem meminimalisir kesalahan pelaporan manual dan memastikan data yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan.
Kedua, Efisiensi Proses Pelaporan: Memangkas birokrasi pelaporan berbasis kertas, memudahkan perangkat daerah dalam menginput data dan mencetak laporan digital.
Ketiga, Dasar Pengambilan Keputusan yang Kuat: Menyediakan dashboard visual interaktif bagi pimpinan daerah untuk mengakses kinerja program, baik secara keuangan, fisik, maupun geospasial.
Keempat, Sistem Peringatan Dini: Mempermudah deteksi program yang serapan anggarannya rendah sehingga bisa segera diintervensi.
“Terakhir, kelima yaitu Integrasi Sistem: Dapat dihubungkan dengan platform lain seperti e-SAKIP dan sistem perencanaan daerah lainnya untuk membentuk ekosistem data yang terpadu,” tuturnya.
Namun lebih dari sekadar fitur teknis, menurutnya, e-Monev membawa misi perubahan budaya kerja. Ia mengajarkan kepada seluruh perangkat daerah bahwa akuntabilitas bukan lagi sekadar kewajiban administratif, tetapi nilai dasar dalam setiap kebijakan publik.
“Sebuah pernyataan yang menggambarkan bahwa perubahan ini mendapatkan legitimasi dari pucuk pimpinan daerah,” sebutnya.
Kehadiran e-Monev juga menjadikan Bappelitbangda semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai arsitek pembangunan daerah. Dengan data yang akurat, terpusat, dan real-time, lembaga ini dapat memandu arah pembangunan dengan presisi tinggi, memastikan program yang dijalankan benar-benar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Tentu, lanjut Imam, tantangan masih ada. Perubahan sistem memerlukan perubahan pola pikir dan kesiapan sumber daya manusia. Tapi jika semua pihak kompak dan percaya bahwa akuntabilitas adalah harga mati, maka sistem ini akan menjadi warisan penting dalam sejarah birokrasi KBB.
“Akhir kata, e-Monev bukan hanya inovasi teknologis, tapi juga cermin kematangan institusional dan kemauan politik yang kuat. Ini adalah bukti bahwa Bandung Barat sedang bergerak ke arah pemerintahan yang modern, efisien, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Terpisah, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengapresiasi penerapan aplikasi e-Monev sebagai inovasi teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan
“Saya berharap inovasi ini bisa mendorong pembangunan yang lebih baik di Bandung Barat. Mari kita dukung bersama demi terciptanya Kabupaten Bandung Barat yang lebih AMANAH,” kata Bupati Jeje Ritchie Ismail dalam video dukungannya terhadap proyek perubahan ini.*


