Longsor Cisarua: 158 Warga Terdampak, Pemkab Prioritaskan Relokasi dan Pemulihan Layanan Dasar

Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 158 warga terdampak langsung akibat bencana tanah longsor di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/2/ 2026) dini hari. Pemerintah daerah kini memprioritaskan relokasi hunian warga serta percepatan pemulihan layanan dasar sebagai langkah utama fase rehabilitasi.

Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 10 Februari 2026 mencatat, dari total korban terdampak, 78 orang dinyatakan selamat, sementara 80 warga sempat dilaporkan hilang akibat tertimbun material longsor. Tim gabungan hingga kini telah mengevakuasi dan mengidentifikasi 62 korban.

Memasuki masa pemulihan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar rapat pimpinan pada Kamis (19/2/2026) guna merumuskan langkah strategis rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Duddy Prabowo menegaskan, sejak hari pertama kejadian pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh sumber daya dalam masa tanggap darurat.

“Sejak hari pertama tragedi terjadi, pemerintah mengoptimalkan evakuasi korban, mendirikan posko pengungsian dan layanan kesehatan, mengoperasikan dapur umum, serta memastikan distribusi logistik berjalan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas,” ujarnya.

Kepala Bappelitbangda KBB R. Eriska Hendrayana mengatakan rapat tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh sekaligus penyusunan rencana aksi pemulihan secara komprehensif.

Pemkab Bandung Barat menetapkan dua prioritas utama dalam fase pemulihan, yakni normalisasi layanan pendidikan agar anak-anak terdampak dapat segera kembali belajar, serta relokasi hunian warga yang rumahnya hancur atau berada di zona rawan dengan menyiapkan lahan aman.

Selain itu, pemerintah juga memastikan penanganan lintas sektor tetap berjalan, meliputi layanan kesehatan termasuk trauma healing, serta pemulihan ekonomi masyarakat melalui perbaikan lahan pertanian dan peternakan.

“Melalui evaluasi transparan dan sinergi seluruh perangkat daerah, masyarakat Cisarua diharapkan segera pulih dan menjadi wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana ke depan,” kata Eriska.*

 

Pos terkait