SATUMEDIA.ID – Perbaikan Jembatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung sudah memasuki tahap pemasangan besi, Kamis (31/7/2025). Diperkirakan proyek yang menelan anggaran Rp6 miliar ini beres pada September 2025.
Pantauan Satumedia di lapangan, sebuah alat berat berada di ujung jembatan masuk wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.
“Hari ini mulai dilakukan pemasangan besi,” kata salah seorang pekerja, Kamis (31/7/2025).
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan pemasangan besi-besi jembatan beres. “Kurang tahu ya kapan beresnya, tapi pemasangan besi ini untuk memperkuat struktur jembatan. Dulu kan enggak pakai besi seperti ini,” kata pekerja ini sambil menunjuk lempengan besi yang akan dipasang.
Seperti diketahui, selama perbaikan diberlakukan penutupan sementara lalu lintas, mulai 26 Juli 2025 hingga 4 September 2025.
Semenjak Jembatan Dayeuhkolot yang menghubungkan dengan Kecamatan Baleendah diperbaiki berdampak pada kemacetan lalu lintas. Seperti terpantau pada Kamis siang, puluhan kendaraan dari arah Jalan Moh.Toha dialihkan ke Jalan Terusan Bojongsoang.
Salah seorang warga Kampung Cieunteung, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Ujang (40) mengatakan, kemacetan lalu lintas kerap terjadi pada pagi dan sore.
Sejak Jembatan Dayeuhkolot diperbaiki, kendaraan dari Baleendah tujuan Dayeuhkolot hanya bisa melewati jembatan bailey yang hanya bisa dilewati satu mobil.
“Sehingga ketika jam masuk sekolah dan kerja, kendaraan bertambah banyak. Sementara ketika akan lewat jembatan, khusus mobil harus antre satu-satu. Ya, jadinya terjadi antrean panjang,” kata Ujang.
Ia pribadi mendukung perbaikan Jembatan Dayeuhkolot meskipun berimbas kepada kemacetan lalu lintas. Pasalnya, kondisi badan jembatan sudah mengalami kerusakan parah, selain retak-retak juga berlubang.
“Khawatir ambruk,” ucapnya.
Diketahui, Jembatan Dayeuhkolot dibangun pada 1951. Memiliki panjang sekitar 90 meter dengan lebar 8 meter, terdiri dari 4 bentang dan menggunakan gelagar baja pelengkung dengan pondasi batu.
Informasi yang dihimpun, pada 2021 mulI terjadi keretakan pada girder dan aspal jembatan. Sehingga dikhawatirkan terjadi kejadian yang tidak diinginkan.*
