SATUMEDIA.ID – Suasana sepi dan gelap pada malam hari membuat jalanan di kawasan Ciater, Kabupaten Subang berpotensi menimbulkan kerawanan kejahatan.
Sebelumnya, kawasan yang biasanya menjadi jalur hidup karena keberadaan warung-warung yang berada di pinggir jalan. Lampu penerangan dari warung sangat membantu pengendara, terutama pemotor yang melintas di jalan utama.
Namun, warung dan bangunan liar tersebut dibongkar tim bangunan karena tidak mengantongi izin. Muncul kekhawatiran dimanfaatkannya kondisi jalanan sepi dan gelapnya kawasan Ciater untuk aksi kejahatan akhirnya terjadi.
Kepala Desa Ciater, Iwan Setiawan membenarkan adanya aksi begal di sekitar Tanjakan Emen. Korban merupakan pengendara motor yang melintas pada Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Korban sendirian melintas di jalanan yang sepi. Dari pengakuannya, saat itu
sedang dalam perjalanan pulang dari Kampung Nagrog, Desa Palasari menuju Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Pada melintas di sekitar Tanjakan Emen, korban dipepet dua motor yang dinaiki berboncengan. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada tangan kirinya,” kata Iwan Setiawan, Kamis (21/8/2025).
Luka yang diderita korban akibat berupaya melakukan perlawanan. Beruntung pada saat melintas pengendara lain membuat kawanan pelaku tak melanjutkan aksinya.
“Kawanan begal itu tak sempat mengambil barang milik korbannya. Kami, saat berpatroli bertemu dengan korban dan menyarankan untuk membuat laporan ke polsek,” ujarnya.
Mencegah aksi kejahatan jalanan di kawasan Ciater, lanjut Iwan, setiap malam dikerahkan 25 relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Relawan menggunakan kendaraan inventaris BPBD Subang serta sepeda motor.
“Operasionalnya sendiri berasal dari urunan anggota, ya kebutuhan untuk BBM Rp100 ribu dalam sehari. Patrolinya sendiri dilakukan di jalan raya sepanjang 7 kilometer,” sebut Iwan.*

