SATUMEDIA.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan penghargaan kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna sebagai kepala daerah yang dinilai konsisten mendukung gerakan Zakat, Infag, dan Sedekah (ZIS) pada ajang Baznas Award di Hotel Mercure Ancol, Kamis (28/8/2025).
Penghargaan diterima Bupati Dadang Supriatna dari Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Dalam momentum tersebut, prestasi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen nyata Kang DS panggilan akrab Bupati Dadang Supriatna dalam mendorong optimalisasi pengumpulan zakat di Kabupaten Bandung.
Salah satunya melalui Instruksi Bupati yang dikeluarkan pada awal tahun 2024, mengimbau para ASN untuk menunaikan zakat sebesar 2,5Y6 dari gaji dan tunjangan kinerja (tukin), jika telah mencapai nisab Rp6,8 juta per bulan.
Tidak hanya Bupati Bandung yang menerima penghargaan Baznas Award, tercatat ada 906 yang meraih penghargaan dengan berbagai kategori, antara lainpenggerak zakat, baik tingkat lembaga maupun perorangan, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa kontribusi yang diberikan para penggerak zakat merupakan bagian penting dari dakwah zakat yang membawa manfaat luas bagi umat.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh mitra, para pimpinan Baznas se-Indonesia atas apa yang Bapak Ibu lakukan selama ini. Apa yang sudah kita lakukan ini menjadi bagian penting dari dakwah zakat yang luar biasa,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut, Kiai Noor menuturkan, penyelenggaraan Baznas Awards 2025 dilakukan secara besar-besaran untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para penggerak zakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan di berbagai daerah.
“Kita sengaja melakukan BAAwards dengan besar-besaran. Kita sengaja memberikan penghargaan kepada mitra-mitra kita dan juga Baznas di daerah. Ada lebih dari 900 penerima yang mendapatkan penghargaan,” ucap Kiai Noor.
Kiai Noor juga menegaskan, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan kontribusi nyata, bukan karena faktor lain. Ia menolak anggapan bahwa BAZNAS memberikan penghargaan secara murah tanpa pertimbangan yang matang.
“Sekali lagi saya ulang, apakah Baznas menjual murah penghargaan ini? Sama sekali tidak, karena kontribusi BAZNAS daerah, perjuangan dari saudara-saudara semuanya itu patut dicatat dan dihargai,” tegasnya.
Kiai Noor menambahkan, perhatian Baznas terhadap para penerima penghargaan dilakukan dengan seleksi yang ketat. Setiap penerima dinilai berdasarkan kiprah, dedikasi, serta dampak nyata yang telah mereka berikan kepada masyarakat.
“Apa yang kami lakukan juga menjadi upaya kami secara jeli memperhatikan apa yang bapak ibu lakukan. Dari lebih dari seribu yang diusulkan, akhirnya kita seleksi menjadi 906 penerima,” jelasnya.*
