Cegah Pelecehan Seksual, FK Unjani Gandeng MTs Asih Putera Cimahi Edukasi Remaja

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) bekerja sama dengan MTs Asih Putera Cimahi menyelenggarakan kegiatan edukasi remaja bertema "Kesehatan Organ Reproduksi dan Pencegahan Sexual Abuse"  pada Rabu (17/9/2025).(Dok.Unjani).**

SATUMEDIA.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) bekerja sama dengan MTs Asih Putera Cimahi menyelenggarakan kegiatan edukasi remaja bertema “Kesehatan Organ Reproduksi dan Pencegahan Sexual Abuse”  pada Rabu (17/9/2025).

Acara ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FK Unjani yang didukung LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani. Kegiatan diikuti sekitar 90 siswa MTs Asih Putera beserta lima guru pendamping.

Ketua Tim PKM FK Unjani, dr. Fransiska Ambarukmi P., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai kesehatan organ reproduksi, sekaligus membekali mereka kemampuan mengenali dan mencegah ancaman pelecehan seksual yang kian marak di kalangan remaja.

“Remaja SMP sudah memasuki masa pubertas, sehingga pemahaman sejak dini tentang kesehatan reproduksi sangat penting untuk melindungi mereka dari risiko kesehatan maupun psikososial,” ujarnya.

Mewakili pihak sekolah, Ferawati Sartika, S.T., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada FK Unjani. “Kami sangat mendukung kegiatan ini dan senang siswa-siswi kami bisa mendapatkan pengalaman belajar langsung di Fakultas Kedokteran Unjani,” katanya.

Kegiatan edukasi berlangsung dalam bentuk webinar dan praktik langsung di laboratorium. Materi pertama mengenai “Neuroanatomi dan Gangguan yang Berdampak pada Perilaku Seksual” dipaparkan oleh dr. Fransiska Ambarukmi. Selanjutnya, siswa diajak mempelajari anatomi organ reproduksi menggunakan model di Laboratorium Anatomi FK Unjani, dipandu oleh dr. Indarti Trimurtini, M.Kes., MMRS.

Sesi terakhir menghadirkan dr. Nurul Aida Fathya, SpF., MSc., yang membawakan materi tentang pencegahan kekerasan seksual pada remaja. Paparan ini menjadi perhatian utama para peserta karena relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa mengaku materi mudah dipahami, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan mereka sebagai remaja yang tengah memasuki usia pubertas.

Pihak sekolah berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat berlanjut secara berkesinambungan, sehingga siswa semakin memahami kesehatan reproduksi sekaligus tumbuh proaktif dalam mencegah dan melaporkan tindak pelecehan seksual.

Program ini diharapkan menjadi model edukasi berkelanjutan yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain, guna mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, berdaya, serta terlindungi dari kekerasan seksual.*