SATUMEDIA.ID – Sebanyak 14 kepala daerah di Jawa Barat mengikuti Rapat Koordinasi Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Bale Pakuan Padjadjaran, Kota Bogor, Senin (29/9/2025).
Salah satu kepala daerah yang hadir, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Rakor dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sementara 13 kepala daerah lainnya yaitu Bupati Indramayu, Bupati Bandung, Bupati Subang, Bupati Cianjur, Bupati Garut, Bupati Kuningan, Bupati Sukabumi, Bupati Sumedang, Bupati Tasikmalaya, Wali Kota Bandung, Wali Kota Bogor, Wali Kota Cimahi, dan Wali Kota Cirebon.
Kehadiran Bupati Jeje menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat terhadap pelaksanaan program MBG, meski program ini digagas oleh pemerintah pusat.
Tak hanya kepala daerah, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia menegaskan, pemerintah pusat telah menyiapkan hibah sebesar Rp50 triliun untuk mendukung teknis pelaksanaan MBG di Jawa Barat.
“Dana hibah ini menjadi kontribusi nyata pemerintah pusat untuk daerah. Meski tidak dikelola langsung oleh pemda, seluruh pelaksanaannya tetap dijalankan pemerintah daerah,” ujar Dadan.
Rakor ini menjadi respons cepat pemerintah terhadap adanya kasus keracunan dalam program MBG di sejumlah wilayah Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan pihaknya sudah melakukan evaluasi menyeluruh dan akan membentuk tim khusus monitoring.
Tim tersebut akan memantau semua tahap, mulai dari penyediaan bahan baku, proses memasak, pengiriman, hingga uji kelayakan makanan. Menariknya, pemeriksa rasa bukan lagi guru, melainkan tim pengawas khusus.
“Alokasi pembiayaan Rp10 ribu per porsi tidak boleh berkurang. Jika terjadi pengurangan, akan ada tiga konsekuensi yakni sanksi administratif, penghentian kerja sama, hingga proses hukum pidana korupsi,” tegas Dedi.
Selain pengawasan, Pemprov Jabar juga mendorong pembangunan dapur sekolah, terutama bagi sekolah dengan jumlah siswa di atas seribu orang. Skema ini diharapkan melibatkan orang tua siswa sebagai relawan, sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
“Program MBG bukan hanya soal gizi siswa, tapi juga harus jadi stimulus ekonomi masyarakat. Kita ingin manfaatnya terasa luas, dari sekolah hingga dapur rumah tangga,” kata Dedi.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, Rakor MBG di Bogor menegaskan komitmen bersama untuk memastikan anak-anak Jawa Barat mendapatkan makanan bergizi, aman, dan berkualitas, sekaligus membuka jalan bagi pemberdayaan ekonomi lokal.*





