Satlinmas Gudangkahuripan Siaga Hadapi Bencana, Turun Langsung Bantu Warga

Desa Gudangkahuripan merupakan salah satu  Desa Tangguh Bencana (Destana) karena memiliki sejumlah titik rawan longsor dan banjir. Melalui latihan rutin dan koordinasi bersama Satpol PP serta BPBD KBB, para petugas Satlinmas berkomitmen untuk terus siaga menjaga keselamatan warga.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Petugas Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menunjukkan peran aktifnya dalam membantu penanganan bencana alam di wilayahnya.

Komandan Regu Satlinmas Desa Gudangkahuripan, Koko Kosasih (43), mengatakan para anggotanya telah dibekali pelatihan kebencanaan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, terutama tanah longsor dan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

“Satlinmas Gudangkahuripan sudah mendapat pelatihan kebencanaan dari Satpol PP Bandung Barat dan BPBD. Jadi saat bencana terjadi, kami tidak hanya menonton, tapi langsung turun membantu warga,” ujar Koko usai mengikuti simulasi penanganan bencana di Lapangan Sinapeul, Desa Gudangkahuripan, Selasa (12/11/2025).

Dalam kegiatan simulasi itu, sebanyak 10 anggota Satlinmas diterjunkan dari total 22 personel yang ada di Desa Gudangkahuripan. Mereka dilatih untuk tanggap dalam situasi darurat, mulai dari evakuasi korban hingga pengamanan lingkungan pascabencana.

Koko menambahkan, kegiatan pelatihan dan simulasi semacam ini sangat bermanfaat karena dapat diterapkan langsung ketika bencana sungguhan terjadi.

“Kami pernah menerapkan hasil pelatihan saat menangani bencana tanah longsor dan banjir di wilayah kami. Jadi, simulasi seperti ini benar-benar membantu kami bertindak cepat dan tepat di lapangan,” tuturnya.

Desa Gudangkahuripan merupakan salah satu  Desa Tangguh Bencana (Destana) karena memiliki sejumlah titik rawan longsor dan banjir. Melalui latihan rutin dan koordinasi bersama Satpol PP serta BPBD KBB, para petugas Satlinmas berkomitmen untuk terus siaga menjaga keselamatan warga.

“Tujuan kami sederhana, bagaimana masyarakat merasa aman dan terlindungi ketika bencana datang,” pungkas Koko.*

Pos terkait