SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat tengah menyiapkan langkah baru untuk memastikan keamanan bahan baku dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mulai tahun depan, berencana merekrut relawan pendamping yang bertugas mengawasi kualitas bahan baku segar di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) KBB, Lukmanul Hakim, mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting untuk memperkuat sistem pengawasan bahan pangan. Para relawan nantinya akan dibekali edukasi serta kemampuan dasar menguji keamanan sayuran dan bahan segar lainnya.
“Kita akan memberdayakan masyarakat untuk mengawasi SPPG. Relawan ini nantinya bisa menguji sayuran, misalnya apakah residu pestisidanya masih dalam batas aman,” kata Lukmanul, Sabtu (15/11/2025).
Selain perekrutan relawan, Pemkab Bandung Barat juga mengusulkan penambahan anggaran untuk pengadaan alat rapid test uji pangan. Alat tersebut diperlukan untuk mendeteksi berbagai zat berbahaya seperti formalin, boraks, sianida, nitrit, serta residu pestisida.
“Mudah-mudahan anggaran bisa ditambah untuk pengadaan alat rapid test,” ujarnya.
Upaya ini, menurut Lukmanul, menjadi langkah strategis untuk memastikan bahan baku MBG dalam kondisi bersih, segar, dan aman konsumsi. Pemkab ingin mencegah terulangnya insiden keracunan massal yang pernah terjadi di sejumlah kecamatan seperti Cipongkor, Cihampelas, Cisarua, Padalarang, Lembang, dan Ngamprah. Pada kasus sebelumnya, lebih dari 2.000 warga dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
Tak hanya memperketat pengawasan, Pemkab Bandung Barat juga terus mendorong SPPG menggunakan produk pangan lokal dalam pengolahan menu MBG. Lukmanul menegaskan, kualitas hasil pertanian Bandung Barat seperti beras dan sayuran sangat layak untuk diserap lebih banyak oleh SPPG.
“Kita sudah sering imbau agar SPPG menyerap lebih banyak produk lokal. Kualitas beras dan sayuran kita sangat baik,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti. Ia berharap bahan pangan lokal seperti ikan, ayam, dan telur dapat lebih banyak digunakan dalam menu MBG.
“Kita punya produk ikan, ayam, dan telur yang berkualitas. Jika digunakan untuk MBG, selain lebih aman, juga bisa meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” tutur Wiwin.*





