SATUMEDIA.ID – Program Whoosh Edutrip terus menjadi salah satu kegiatan favorit bagi sekolah yang ingin mengenalkan teknologi transportasi modern secara langsung kepada para siswa.
Hingga November 2025, tercatat 60 sekolah telah mengikuti program ini dengan total peserta lebih dari 5.000 siswa. Antusiasme tersebut turut didukung oleh kebijakan KCIC yang memberikan diskon tiket hingga 50 persen untuk rombongan edukasi.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan tingginya minat terhadap Edutrip menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman semakin relevan bagi dunia pendidikan saat ini.
“Minat sekolah sangat besar. Ini menandakan bahwa experiential learning dibutuhkan untuk membantu siswa memahami perkembangan teknologi secara nyata,” ujar Eva dalam pernyataan tertulis, Minggu (30/11/2025).
“Edutrip Whoosh kami sediakan agar pelajar dapat melihat langsung bagaimana teknologi kereta cepat bekerja, memahami aspek keselamatan, dan merasakan pengalaman transportasi masa depan Indonesia. Dengan adanya diskon hingga 50%, sekolah dapat lebih mudah mengikutsertakan siswanya dalam kegiatan edukasi ini,” sambungnya.
Edutrip merupakan program edukasi yang memperkenalkan siswa pada teknologi, operasional, keselamatan, dan manfaat lingkungan dari Kereta Cepat Whoosh. Melalui paket ini, peserta mendapatkan sesi penjelasan dari petugas, pengenalan fasilitas stasiun dan kereta, hingga kesempatan merasakan perjalanan dengan Whoosh sebagai bagian dari kegiatan belajar.
KCIC mencatat bahwa peserta Edutrip berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek, Karawang, dan Bandung Raya, dengan jenjang pendidikan yang sangat beragam mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga sekolah internasional.
Untuk mengikuti program ini, sekolah dapat melakukan pemesanan melalui layanan Whoosh Group Reservation dengan menghubungi WhatsApp 0813-4000-2920. Sekolah cukup menyampaikan jumlah peserta, jadwal keberangkatan yang diinginkan, serta kebutuhan pendampingan edukasi. Tim KCIC selanjutnya akan membantu proses verifikasi, penjadwalan, dan pemesanan tiketnya.
Eva menegaskan bahwa KCIC akan terus memperkuat kebermanfaatan Edutrip agar bisa menjangkau lebih banyak institusi pendidikan.
“Kami berkomitmen menjadikan Whoosh sebagai bagian dari pengembangan generasi muda Indonesia. Lewat Edutrip, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung penerapan teknologi tinggi yang menjadi kebanggaan bangsa,” tutup Eva.
Melalui program ini, para peserta tak hanya menikmati perjalanan dengan Kereta Cepat Whoosh, tetapi juga mendapatkan sesi edukasi mengenai sistem operasi, keselamatan, hingga inovasi teknologi yang digunakan. KCIC menilai bahwa pendekatan tersebut memberi pemahaman lebih konkret kepada siswa mengenai masa depan transportasi di Indonesia.*
