Kuota Haji Naik, Kemenhaj Cimahi Pastikan Tak Ada Slot Hilang

Ilustrasi ibadah haji (pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Kuota keberangkatan haji Kota Cimahi untuk musim haji 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cimahi, Nandang Rahayu, menyampaikan bahwa kuota jemaah naik dari 525 orang menjadi 576 orang, termasuk jemaah lanjut usia.

“Alhamdulillah, untuk kuota Cimahi tahun 2026 ini mengalami peningkatan. Dari 525 menjadi 576 jemaah haji,” ujar Nandang, Sabtu (6/12/2025).

Menurut Nandang, kenaikan kuota terjadi karena adanya sistem baru pembagian kuota nasional yang tidak lagi bersifat tetap. Tahun ini, kuota dihitung berdasarkan jumlah daftar tunggu dan alokasi di tingkat provinsi.

“Tidak ada pengurangan untuk Cimahi. Tahun kemarin kita dapat kuota kecil, jadi sekarang ada penyesuaian sesuai jumlah pendaftar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kini menerapkan kebijakan pemerataan daftar tunggu haji di seluruh Indonesia. “Sekarang tidak ada lagi daerah yang daftar tunggunya lebih pendek. Semuanya dirata-ratakan 26 tahun,” kata Nandang.

Untuk musim haji 2026, seluruh jemaah Cimahi dijadwalkan berangkat pada April melalui Bandara Internasional Kertajati, Indramayu. Perubahan ini sekaligus mengakhiri penggunaan Embarkasi Bekasi yang selama bertahun-tahun menjadi titik keberangkatan jemaah Cimahi.

“Rencananya bulan April. Untuk tahun ini, Cimahi tidak lagi menggunakan Embarkasi Bekasi. Embarkasinya di Indramayu, dan penerbangan dari Bandara Kertajati,” ujar Nandang.

Kemenhaj Cimahi mencatat hampir seluruh jemaah telah menuntaskan dokumen keberangkatan. Proses paspor mencapai 90 persen, sementara aplikasi visa biometrik (visa bio) dari Pemerintah Arab Saudi telah mencapai 80 persen.

“Setelah verifikasi visa bio, data jemaah langsung masuk ke sistem Arab Saudi. Ini langkah penting agar keberangkatan berjalan lancar,” kata Nandang.

Visa biometrik menjadi tahapan krusial karena berfungsi sebagai verifikasi identitas dan dokumen jemaah sebelum tiba di Tanah Suci.

Selain dokumen, proses pelunasan biaya haji juga menunjukkan progres positif. Lebih dari 200 jemaah Cimahi sudah melunasi biaya keberangkatan, menjadikan Cimahi salah satu daerah dengan tingkat pelunasan tertinggi di Jawa Barat.

Meski demikian, Nandang mengingatkan seluruh calon jemaah untuk segera menyelesaikan pelunasan. Skema kuota yang kini bersifat dinamis membuat slot yang belum dilunasi bisa dialihkan ke daerah lain dalam satu provinsi.

“Kalau dulu, jika ada jemaah yang tidak melunasi, slotnya otomatis diisi jemaah Cimahi. Sekarang, slot itu bisa diambil daerah lain. Jadi kita harus cepat dan tidak boleh ketinggalan kesempatan,” tegasnya.*

Pos terkait