SATUMEDIA.ID – Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, membuka gelaran Amanah Agro Expo 2025, pameran pertanian di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengangkat tema “Amanah Membangun Ketahanan Pangan dan Masa Depan Agritech Bandung Barat” di Padalarang, Sabtu (13/12/2025).
Tema ini selaras dengan visi daerah AMANAH, yaitu Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis serta misi meningkatkan produktivitas sektor unggulan.
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB Lukmanul Hakim, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Asep mengajak para petani terutama di wilayah lereng dan hulu agar mulai mempertimbangkan alih komoditas menuju tanaman yang lebih ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi tinggi.
“Tanaman seperti kopi, alpukat, dan hortikultura tahunan lainnya mampu menjaga resapan air, memperkuat struktur tanah, dan tetap memberikan pendapatan bagi keluarga,” ujar Asep Ismail.
Ajakannya tersebut sejalan dengan program Leuweung Hejo yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini menitikberatkan pada penghijauan dan pemulihan kawasan hulu untuk mencegah banjir, longsor, dan kekeringan.
Asep menegaskan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah desa, Pemkab Bandung Barat, dan Dinas Kehutanan Jawa Barat untuk memastikan wilayah hulu Bandung Barat tetap hijau, kuat, dan produktif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku pertanian yang telah berkontribusi mengangkat komoditas KBB ke pasar nasional dan internasional.
“Banyak hasil pertanian kita yang berhasil menembus pasar internasional. Keberhasilan ini juga menginspirasi petani lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertaniannya,” ujarnya.
Komoditas pertanian yang telah berhasil menembus pasar nasional dan internasional, antara lain ekspor tanaman hias ornamental plant oleh CV Berkah Bunga Abadi yang membina 40 petani dengan nilai ekspor mencapai Rp3 miliar per bulan.
Kemudian ekspor head lettuce dari Gapoktan Lembang Agri dan Poktan Budi Rahayu ke Taiwan sebanyak 200 ton per bulan.
“Kopi Java Preanger baik arabika maupun robusta yang telah merambah pasar Eropa, Amerika, Asia, hingga Timur Tengah,” sebutnya
Amanah Agro Expo 2025 menampilkan 40 stand komoditas unggulan, mulai dari beras premium, beras hitam, beras merah, tanaman hias, sayuran eksklusif, buah-buahan, kelapa muda, biofarmaka, hingga kopi Java Preanger dan tembakau.
Selain itu, KBB juga memamerkan berbagai varietas lokal unggulan yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian, seperti
pisang ambon silayung, padi hitam cigadog, anggur sangsakerta, mawar gorocok, mawar curelek
“Tidak hanya itu, sejumlah varietas lainnya sedang dalam proses pendaftaran,” ucap Wabup.
Transformasi digital menjadi salah satu sorotan utama dalam pameran ini. Asep memaparkan bahwa Bandung Barat kini menjadi daerah dengan penerapan smart farming terbanyak di Indonesia, dengan total 23 unit Internet of Things (IoT) yang telah digunakan di berbagai komoditas.
Digitalisasi pertanian turut diperkuat melalui peluncuran beberapa aplikasi pertanian, antara lain, Si Tangan Tani, Si Imah Pangan, Si Caang Merenah, dan Kios Pangan.
“Seluruh aplikasi tersebut akan resmi diluncurkan malam ini oleh Bupati Bandung Barat saat penutupan acara,” katanya.
Agro Expo 2025 juga menghadirkan talkshow dan lomba Cipta Menu MBG (Menu Beragam, Bergizi, dan Seimbang) sebagai dukungan terhadap program nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Asep mendorong dapur MBG yang berkolaborasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal dari petani Bandung Barat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi pertanian daerah.
“Kita dorong agar dapur MBG lebih memprioritaskan penggunaan pagan lokal dari petani Bandung Barat,” pungkasnya.*





