SATUMEDIA – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan proses pencarian tigao korban yang tertimbun longsor di Kampung Gintung RT 03/RW 07, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (31/3/2024).
Diketahui, Tim SAR Gabungan sudah berhasil menemukan tujuh jasad dari 10 korban longsor. Pada Kamis (28/3) ditemukan tiga jasad di di work sheet atau sektor A. Jasad pertama yang ditemukan pada pukul 10.30 WIB merupakan seorang perempuan dewasa ditandai dengan label 5.
Tak berselang lama, petugas kembali menemukan jasad lainnya di titik yang sama. Label 6 merupakan seorang anak perempuan ditemukan pukul 12.05. Lalu pada pukul 12.06, dievakuasi satu jasad lagi, yakni label 7 perempuan dewasa.
Berdasarkan rilis dari Tim DVI Polda Jawa Barat, tiga jasad yang ditemukan di hari keempat yakni jasad label 5 laki-laki dewasa atas nama Dadi (58), label ke 6 perempuan anak atas nama Nabila (5), dan label ke 7 perempuan dewasa atas nama Eras (50).
Kepala Kantor SAE Bandung Hery Marantika menjelaskan, proses pencarian dihentikan karena pencarian sudah berlangsung selama tujuh hari. Hal itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Sesuai aturan jika sampai tujuh hari belum ditemukan, maka proses pencarian dihentikan. Namun akan kita lanjutkan dengan pemantauan,” kata Hery.
Selain itu, pertimbangan dihentikannya pencarian karena Tim SAR Gabungan
tidak menemukan adanya korban meskipun area pencarian di lokasi longsor sudah diperluas. Tak hanya itu, tim sudah menyisir kawasan sungai namun hasilnya masih nihil.
“Selama proses pencarian selama tujuh hari area pencarian sudah kita perluas, sektor sudah kita tambah bahkan sampai menyisir ke sungai namun belum ada tanda-tanda korban,” ujarnya.
Meski pencarian dihentikan, ujar dia, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan. Pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB.
Kepala Desa Cibenda Abdul Rohman mengatakan dihentikannya proses pencarian berdasarkan hasil rapat bersama Tim SAR Gabungan.
“Dua jenazah belum ditemukan. Satu sudah namun belum teridentifikasi karena dari titik longsor ke penemuan jenazah sangat jauh,” sebut Abdul.*





