SATUMEDIA.ID – Seorang mahasiswa Telkom University berinisial JI (22) ditemukan tewas tergantung di kamar kosnya di Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Minggu (2/6/2024) malam.
Diduga mahasiswa asal Kota Denpasar, Bali ini melakukan bunuh diri dengan menggunakan ikat pinggang.
Saat dikonfirmasi, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo membenarkan kejadian tersebut. Kejadian itu berawal dari dua orang temannya yang hendak main ke tempat kos korban.
“Keduanya hendak mengantarkan helm yang dipinjam,” kata Kusworo saat dikonfirmasi, Senin (3/6/2024).
Namun, pintu kos dalam keadaan terkunci. Kedua teman korban mencoba memanggil akan tetapi tak dijawab.
“Begitupun saat ditelepon ke nomor handphonenya, juga tidak diangkat. Karena penasaran, kedua teman kuliahnya ini memanjat pagar untuk melihat keadaan kamar korban,” sebutnya.
Alangkah kaget keduanya, begitu melihat tubuh korban tergantung di pintu masuk. Kemudian, teman korban melaporkan apa yang dilihatnya tersebut ke pemilik kosan, Ketua RT setempat dan Polsek Dayeuhkolot.
Begitu mendapat laporan, Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Suyatno bersama Unit Reskrim dan Pawas Polsek Dayeuhkolot, serta Unit Inafis Polresta Bandung mendatangi TKP.
“Tindakan yang diambil mendatangi dan mengamankan TKP dengan melakukan pemasangan police line di area kamar korban, serta Unit Inafis Resta Bandung melakukan identifikasi,” tuturnya.
Kapolresta menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit Inafis Resta Bandung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, jasadnya sudah kaku dengan posisi tergantung dengan leher terikat ikat pinggang.
Sebelum mengakhiri hidupnya ,korban membuat beberapa surat wasiat dalam amplop yang ditujukan untuk keluarganya dan teman-teman kuliahnya. Surat wasiat itu diletakan di atas meja belajar.
“Secara garis besar isi suratnya berupa permohonan maaf tidak bisa melanjutkan kuliah Korban diduga Depresi dalam perkuliahan,” ujarnya.
Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” tukasnya.





