SATUMEDIA.ID – Angka partisipasi masyarakat berolahraga di Kabupaten Bandung mengalami penurunan. Kondisi ini mengundang keprihatinan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung.
Ketua KORMI Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Dadang Supriatna mengungkapkan, pada tahun 2022 Kabupaten Bandung memperoleh 77,7 persen angka partisipasi masyarakat berolahraga.
“Sementara pada tahun 2023, angka partisipasi masyarakat berolahraga di Kabupaten Bandung mengalami penurunan di angka 3,7 persen menjadi 74 persen. Hal ini berdasarkan sumber yang diperoleh dari Dispora Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya
pada kegiatan sertifikasi pelatih/instruktur olahraga masyarakat KORMI Kabupaten Bandung di Hotel Sutan Raja Soreang, Senin (3/6/2024).
Pada kesempatan itu hadir pula Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna selaku Dewan Pelindung KORMI Kabupaten Bandung dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung lainnya.
Emma Dety mengatakan dengan adanya penurunan tersebut tentunya menjadikan kekhawatiran KORMI Kabupaten Bandung yang juga sebagai organisasi mitra Dispora dalam peningkatan angka partispasi masyarakat berolahraga.
“Terkait hal itu, kami dari KORMI Kabupaten Bandung melaksanakan program dalam mendukung peningkatan angka partisipasi berolahraga. Yaitu dengan memberikan sertifikasi kepada pelatih/instruktur olahraga masyarakat sebanyak 400 orang dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung,” tuturnya.
Namun diakuinya, perkembangan olahraga masyarakat di Kabupaten Bandung pada saat ini kian pesat.
“Hanya saja perkembangan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan angka partisipasi masyarakat berolahraga. Pentingnya angka partispasi masyarakat berolahraga sangat berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Bandung melalui elemen peningkatan angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung,” kata Emma Dety.
Salah satu upaya lain untuk meningkatkan
partisipasi masyarakat berolahraga dengan menggulirkan program pelatihan terhadap instruktur senam.
Selain itu, ia menyebut dengan me-launching program gerakan senam satu Minggu sekali di setiap desa yang akan di laksanakan oleh para duta olahraga masyarakat desa dan kelurahan bersama para instruktur senam yang akan disertifikasi langsung oleh KORMI Kabupaten Bandung hari ini.
“Program sertifikasi pelatih/instruktur olahraga masyarakat KORMI Kabupaten Bandung ini tentunya kami harapkan dapat menciptakan orang instruktur senam yang berkompeten dan memiliki bekal serta siap dalam melatih senam sesuai standar, sehingga para pegiat dan pecinta senam dapat tenang dan nyaman dalam melaksanakan olahraga kesehatan dan kebugarannya,” ujarnya
Bagi para individu instruktur, Emma Dety berharap program sertifikasi ini akan sangat membantu dalam peningkatan angka partisipasi masyarakat berolahraga dengan tersebarnya para instruktur yang berkompeten di setiap desanya.
“Bagi para instruktur dimana program seperti ini sangatlah jarang dilaksanakan di Kabupaten Bandung. Kami dari KORMI Kabupaten Bandung dan Bapak Bupati Bandung sepakat untuk dapat menyalurkan seluruh instruktur ke setiap desa untuk dapat diberdayakan pada tahun ini mulai dari bulan Agustus mendatang,” tuturnya.
Emma Dety berharap pada tahun depan program sertifikasi pelatih dapat dilaksanakan kembali, bukan hanya oleh KORMI Kabupaten Bandung saja.
“Namun oleh Dinas Pemuda Olahraga, Dinas Pendidikan, ataupun Dinas Kesehatan yang merupakan leading sektor KORMI Kabupaten Bandung,” tandasnya.*





