Bandung Bedas Run 2026 Catat 3.240 Pendaftar Sementara, Peserta Luar Jabar Capai 14 Persen

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat mengikuti Road to Bandung Bedas Run 2026 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bandung, Minggu (9/8/2026).(Dok.Prokompim Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 3.240 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Bandung Bedas Run 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bandung pada 6 September 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 persen peserta tercatat berasal dari luar Jawa Barat.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Sebab, pendaftaran Bandung Bedas Run 2026 masih dibuka hingga 17 Agustus 2026.

Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026 dengan mempertandingkan kategori lari 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K).

Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan komunitas lari dari berbagai daerah. Sedikitnya 27 komunitas dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, Sumedang, Garut hingga Jakarta tercatat ikut ambil bagian.

Menariknya, sekitar 14 persen dari total peserta yang telah mendaftar berasal dari luar Jawa Barat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, tingginya minat peserta menunjukkan Bandung Bedas Run memiliki peluang untuk berkembang menjadi agenda olahraga yang lebih besar.

Hal itu disampaikannya saat mengikuti Road to Bandung Bedas Run 2026 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bandung, Minggu (9/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dadang bersama peserta menempuh rute dari Rumah Dinas Bupati Bandung menuju Kopi Insight di Soreang.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Bandung Bedas Run 2026 akan menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai lokasi start sekaligus finis.

Pemilihan lokasi tersebut diharapkan turut memperkuat city branding Kabupaten Bandung sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari luar wilayah.

Dadang yang akrab dipanggil KDS menilai, penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan manfaat lebih luas apabila dikaitkan dengan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Olahraga bukan hanya soal kebugaran, tetapi juga dapat menggerakkan sport tourism, UMKM, ekonomi kreatif, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata KDS.

Ia berharap Bandung Bedas Run dapat terus berkembang hingga mampu menjadi event olahraga berskala internasional.

Selain mendorong gaya hidup sehat, event tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan Kabupaten Bandung sebagai daerah yang memiliki potensi olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.*

Pos terkait