SATUMEDIA.ID – Untuk mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menggulirkan program Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya atau disingkat WANGSIT.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) pada Setda Pemkot Tasikmalaya, Desi Nur Aria Sari, menerangkan, program WANGSIT merupakan ide dan gagasan dari Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya, DR Cheka Vorgowansyah, SSTP, ME.
“Pak Pj Wali Kota minta ke pak Sekda
DR. Drs. H. Ivan Dicksan, MSi untuk nama dari program pengendalian inflasi yang digagasnya tersebut. Kemudian oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya ditindaklanjuti dengan memberi nama program itu WANGSIT,” kata Desi di Kota Tasikmalaya, Selasa (4/6/2024).
Desi mengatakan, WANGSIT diadakan di setiap kecamatan. Dimana setiap kecamatan menyiapkan gerai menyerupai bazar yang buka setiap seminggu sekali.
“WANGSIT diadakan di setiap kecamatan agar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan komoditas pangan pokok strategis dengan harga murah dan terjangkau,” kata Desi.
Ia menjelaskan, digulirkannya program WANGSIT sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi di Kota Tasikmalaya.
Adapun tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini, lanjut Desi, dalam rangka memfasilitasi ketersediaan stok pangan dan hortikultura.
“Di samping itu, untuk stabilisasi harga komoditas pangan dan hortikultura, fasilitasi pemasaran produk petani lokal Tasikmalaya,” sebutnya.
Sementara itu, komoditas yang dijual adalah beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), beras premium, minyak goreng kemasan, gula pasir, terigu, telur ayam ras, daging ayam ras, sayuran dan hortikultura, dan LPG 3 kilogram bersubsidi.
“Untuk penyediaan komoditasnya, seperti beras yang langsung kerja sama dengan Bulog dengan harga jual Rp 60.000 per 5 kilogram. Sementara hasil pertanian seperti bawang merah dan putih juga dikerjasamakan dengan Komunitas Wanita Tani (KWT) yang dijual Rp5.000 per kemasan,” ungkap Desi.
Sementara untuk telur ayam, sebut Desi, dipasok langsung dari peternak dengan harga jual Rp27.500 per kilogram.
“Komoditas yang dijual di WANGSIT memang di bawah harga jual pasaran. Bahkan LPG 3 kilogram disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 16.000 per tabung. Selain harganya lebih murah juga lebih segar karena langsung dipasok dari petani dan peternak,” ujarnya.
Menurutnya, untuk menunjang operasional WANGSIT si setiap kecamatan, maka masing-masing kecamatan membentuk kelembagaan, bisa berupa kelompok tani, toko, dan koperasi.
“Dengan digulirkannya program WANGSIT, Alhamdulillah bisa mengendalikan inflasi, dan Kota Tasikmalaya menduduki peringkat 5 terbaik se-Indonesia,” tandasnya.
Berikut Jadwal WANGSIT di 10 Kecamatan Kota Tasikmalaya:
Selasa: Kecamatan Tawang, Kawalu, dan Cipedes
Rabu: Kecamatan Cihideung, Mangkubumi, Indihiang, Cibeureum, Tamansari, Purbaratu, dan Bungursari.*