SATUMEDIA.ID – Gegara jaringan mengalami down, menggangu pelaksanaan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA, SMK dan SLB 2024 di Jawa Barat. Keadaan ini membuat orangtua siswa menjadi khawatir anak-anaknya tak bisa terdaftar di sekolah yang dituju.
Para orangtua akhirnya memilih datang langsung ke sekolah. Seperti halnya di
SMAN 2 Cimahi yang beralamat di Jalan KPAD Sriwijaya IX No.45A, RT.08/RW.16, Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Mereka datang berbondong-bondong ke SMAN 2 Cimahi untuk memastikan anaknya terdaftar lantaran kesulitan untuk mengakses laman https://ppdb.jabarprov.go.id.
Seperti dilakukan salah seorang warga, Reva (35) mengatakan, dirinya sengaja datang ke SMAN 2 Cimahi untuk memastikan anaknya sudah terdaftar.
“Dari semalam susah masuk ke jaringan. Duh susahnya minta ampun, online mah ribet bikin deg-degan takut gak masuk karena susah. Apalagi saya kurang paham, makanya mending datang langsung,” kata Reva warga Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Selasa (4/6/2024).
Ia memilih menyekolahkan anaknya ke
SMAN 2 Cimahi lantaran berdasarkan zonasi alamat rumahnya dekat dengan sekolah yang dituju.
“Dari zonasi sih masuk, kebetulan ingin masuk ke SMAN 2 Cimahi. Kebetulan saya tinggal di Jalan Jenderal Amir Machmud, tepat di sebelah Transmart-Carrefour Cimahi,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua PPDB SMAN 2 Cimahi, Uus Suhara mengakui, kendala sistem PPDB SMA yang saat ini tengah berlangsung menjadi salah satu bukti ketidaksiapan tim aplikasi dalam pelaksanaan PPDB SMA, SMK dan SLB 2024.
“Menjadi satu bukti bahwa ketidaksiapan dari tim aplikasi, karena kalau mereka sudah siap ini sudah diantisipasi sebelumnya,” tegas Ketua PPDB SMAN 2 Cimahi, Uus Suhara.
Menurutnya, apabila kendala PPDB terjadi pada satu atau dua sekolah merupakan hal yang wajar. Namun, saat ini down sistem terjadi secara serempak di semua sekolah.
“Ini terjadi secara menyeluruh di Jawa Barat. Artinya, ada apa?. Mungkin ada satu hal yang menghambat atau memang terkendala teknis di pusat, sehingga PPDB di hari pertama mengalami kendala,” tuturnya.
“Jadi bukan gagal, namun memang kita tidak bisa melayani pendaftaran PPDB secara online,” sambungnya.
Di sisi lain, sambung Uus, seluruh panitia PPDB, khususnya di SMAN 2 Cimahi sudah membaca, memahami dan menandatangani pakta integritas.
“Mudah-mudahan ini menjadi bahan motivasi untuk kita bisa bekerja lebih bagus lagi dalam melayani masyarakat,” katanya.
Ketua PPDB SMAN 2 Cimahi, Uus Suhara menuturkan, setiap tahun pada awal PPDB selalu mengalami kendala pada jaringan. Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, persoalan jaringan tidak akan terlalu lama .
“Umumnya kendala pada PPDB SMA ini sama dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Jawa Barat. Biasanya tidak terlalu lama biasanya jam 09.00 atau 10.00 WIB sudah lancar,” kata Uus.
Ia menambahkan, pihaknya setiap tahun
membantu pendaftaran secara offline bagi mereka yang sangat membutuhkan. Akan tetapi apabila tidak cukup maka akan diarahkan saja.
“Pendaftaran terdiri dari tiga tahapan, ada yang mendaftar sendiri, datang langsung ke sekolah karena perlu bantuan dan ada yang memang karena mereka betul-betul tidak punya fasilitas, sehingga kita bantu dengan menyiapkan petugasnya,” tandasnya.*