Dekatkan Pelayanan ke Warga, Pemkab Bandung Barat Luncurkan Petugas Adminduk Desa

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail kegiatan launching Petugas Layanan Adminduk Desa serta penandatanganan perjanjian kerja sama antara Disdukcapil KBB dengan sejumlah pihak terkait di Kantor Disdukcapil KBB, Rabu (7/1/2026).(Dok.Diskomimfo KBB).**

SATUMEDIA.ID – Bupati Bandung  Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bukan sekadar urusan dokumen, melainkan hak dasar warga negara sekaligus wajah kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Jeje saat kegiatan launching Petugas Layanan Administrasi Kependudukan Desa serta penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat dengan sejumlah pihak terkait di Kantor Disdukcapil KBB, Rabu (7/1/2026).

“Akta kelahiran, KTP, kartu keluarga, dan dokumen kependudukan lainnya adalah pintu masuk masyarakat untuk mengakses pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga berbagai layanan publik lainnya,” ujar Jeje.

Menurut dia, pelayanan adminduk harus cepat, sederhana, dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan kondisi geografis Kabupaten Bandung Barat yang luas serta jumlah penduduk yang besar, akses ke kantor kecamatan maupun Disdukcapil kerap menjadi kendala, baik dari sisi jarak, waktu, maupun biaya.

“Oleh sebab itu, hadirnya petugas layanan adminduk desa adalah jawaban atas kebutuhan tersebut. Ini merupakan bentuk nyata pelayanan yang didekatkan, dipermudah, dan dipercepat,” kata Jeje.

Jeje menjelaskan, program petugas layanan adminduk desa memiliki tujuan yang jelas, di antaranya meningkatkan ketertiban dan efektivitas administrasi kependudukan di tingkat desa, menyeragamkan pemahaman dan prosedur pelayanan, serta memperkuat keterpaduan antara desa, kecamatan, dan kabupaten.

Selain itu, program ini diharapkan dapat mencegah terjadinya tumpang tindih pelayanan sekaligus menghindari pemborosan dalam pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Jeje juga mengapresiasi inovasi Disdukcapil Bandung Barat yang menggandeng rumah sakit, bidan, dan sekolah dasar dalam pelayanan adminduk.

“Ini langkah cerdas, progresif, dan berpihak kepada masyarakat. Bayi baru lahir, anak sekolah, hingga warga yang membutuhkan layanan kesehatan kini bisa langsung terlayani administrasi kependudukannya tanpa harus bolak-balik mengurus dokumen,” ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut mencerminkan semangat “Bandung Barat Amanah” yang mengedepankan nilai agamis, maju, aspiratif, nyaman, adaptif, dan harmonis.

Jeje berharap, program layanan adminduk desa tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata, melainkan benar-benar dijalankan dengan disiplin, komitmen, dan rasa tanggung jawab.

“Jadikan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap layanan,” kata dia.*

Pos terkait