SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mulai mematangkan tahapan kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) Pasar Baru Cicalengka. Upaya ini diarahkan untuk mentransformasi pasar tradisional tersebut menjadi pasar rakyat yang modern, bersih, dan tertata, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam rapat teknis tahapan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) BMD yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, di Ruang Rapat Sekda, Rabu (7/1/2026). Rapat tersebut dihadiri unsur Inspektorat, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta sejumlah kepala bagian terkait.
Cakra menegaskan, profesionalisme pengelolaan menjadi kunci utama agar Pasar Baru Cicalengka mampu bertransformasi menjadi pasar yang nyaman dan berdaya saing. Menurut dia, pasar rakyat harus tampil modern sekaligus tetap mencerminkan identitas lokal.
“Pasar rakyat adalah identitas daerah. Karena itu, tampilannya harus dibuat modern, bersih, dan nyaman agar masyarakat betah berkunjung,” kata Cakra.
Ia menekankan, keindahan pasar tidak selalu identik dengan biaya mahal. Penataan lanskap yang rapi, pengaturan zonasi yang jelas, serta penyediaan ruang terbuka hijau dinilai cukup untuk menciptakan suasana pasar yang asri dan tidak terkesan gersang.
Selain aspek estetika, pengelolaan sampah menjadi perhatian serius. Cakra mendorong Pasar Baru Cicalengka dijadikan proyek percontohan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dengan menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Skema ini diharapkan meniru keberhasilan pengelolaan sampah yang telah diterapkan di RSUD Cicalengka.
“Pemilahan sampah dari hulu sangat penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Cakra juga mewanti-wanti potensi munculnya pasar tumpah dan pedagang kaki lima (PKL) liar di sekitar kawasan pasar. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait memperkuat sinergi agar ketertiban kawasan dapat dijaga sejak awal.
Menurut dia, optimalisasi aset daerah melalui skema kerja sama pemanfaatan harus dilakukan secara akuntabel karena berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan negara. Ia menegaskan, pembangunan fisik semata tidak cukup tanpa manajemen pascapembangunan yang konsisten.
“Pembangunan fisik yang megah tidak akan berarti tanpa pengelolaan dan perawatan yang berkelanjutan. Kuncinya adalah manajemen agar pasar tetap tertib, sehat, dan tidak kembali kumuh,” kata Cakra.
Sebagai penutup, Cakra menegaskan visi Pemkab Bandung menjadikan Pasar Baru Cicalengka sebagai pasar rakyat yang sehat, tertib, dan berkelanjutan. Pasar tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi representasi wajah Kabupaten Bandung yang lebih tertata dan nyaman.*





