Dua Rumah Terbakar di Cipatat, Akses Sempit Hambat Pemadaman Api

Dua rumah warga di RT 09/RW 04 Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ludes dilalap api pada Rabu (7/1/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Dua rumah warga di RT 09/RW 04 Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ludes dilalap api pada Rabu (7/1/2026). Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, tak lama setelah warga menunaikan salat subuh.

Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Api bahkan sempat menjalar ke atap sebuah madrasah yang berada tak jauh dari lokasi kejadian dan nyaris menyebabkan kerusakan lebih luas.

Salah seorang warga setempat, Dedi, menuturkan bahwa peristiwa itu bermula saat ia keluar dari masjid usai sholat subuh. Ia melihat lampu masjid sempat mati dan menyala kembali sebelum terdengar teriakan warga yang meminta pertolongan.

“Lampu masjid sempat mati-nyala, tidak lama kemudian ada teriakan kebakaran dari arah rumah warga. Pusat api terlihat dari bagian atas rumah, tepat di kabel listrik,” ujar Dedi di lokasi kejadian.

Menurut Dedi, api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan di sekitarnya karena material rumah yang mudah terbakar.

Ketua RW 09, Kuat, mengatakan kebakaran dari dua rumah tersebut membuat api menyambar atap madrasah yang berada di dekat lokasi.

“Hampir saja madrasah ikut terbakar total. Untungnya warga cepat tanggap, langsung bergotong royong memadamkan api sambil menunggu petugas datang,” kata Kuat.

Ia mengungkapkan, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit sehingga mobil pemadam kebakaran sulit menjangkau titik api secara maksimal. Selain itu, panjang selang pemadam juga terbatas.

Meski demikian, berkat kerja sama warga dan petugas pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian dan tidak merembet ke bangunan lain.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian material cukup besar, diperkirakan puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan dari dua rumah tersebut,” jelasnya.

Pasca-kejadian, Kuat menilai keamanan instalasi listrik di lingkungan warga perlu mendapat perhatian serius. Ia berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan listrik segera melakukan pemeriksaan jaringan listrik untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami berharap ada tindakan konkret. Masalah listrik ini seharusnya bisa dicegah, jangan sampai menimbulkan korban lagi,” tegasnya.*