Dana Desa untuk Pendidikan, Lengkong Edupath Dampingi Pelajar Menuju Kampus

Program Lengkong Edupath resmi diluncurkan Kepala Desa LengkongAgus Salam Rahmat di Gedung Serbaguna Desa Lengkong, Jumat (9/1/2026) pagi.(Dok.Diskominfo Kabupaten Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, meluncurkan program pembinaan pendidikan bertajuk Lengkong Edupath. Program ini dihadirkan sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Desa Lengkong pada 2026.

Program Lengkong Edupath resmi diluncurkan Kepala Desa LengkongAgus Salam Rahmat di Gedung Serbaguna Desa Lengkong, Jumat (9/1/2026) pagi. Peluncuran tersebut dihadiri 62 peserta beserta orang tua, sehari jelang penutupan pendaftaran program yang berakhir Sabtu (10/1/2026).

Agus Salam menjelaskan, Lengkong Edupath dirancang sebagai program pendampingan pendidikan terintegrasi, mulai dari bimbingan belajar intensif hingga pendampingan administrasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Program ini mencakup bimbingan belajar intensif SNBT 2026, tryout dan evaluasi, pendampingan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), serta pendampingan pengurusan KIP Kuliah,” ujar Agus Salam usai peluncuran.

Pendaftaran Lengkong Edupath dibuka khusus bagi warga Desa Lengkong pada 3–10 Januari 2026. Peserta wajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) Desa Lengkong dengan melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

Sasaran program ini adalah siswa SMA/SMK/MA/sederajat kelas akhir tahun 2026, peserta Paket C 2026, serta lulusan tahun 2024 dan 2025, dengan batas usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026. Bagi siswa kelas XII yang belum memiliki ijazah, diwajibkan membawa surat keterangan resmi dari sekolah. Sementara itu, lulusan luar negeri harus menyertakan ijazah yang telah disetarakan oleh instansi berwenang.

Agus Salam menegaskan, Lengkong Edupath merupakan wujud komitmen desa dalam membangun sumber daya manusia, meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Pembiayaannya menggunakan Dana Desa. Walaupun Dana Desa sangat terbatas, kami berpikir pembangunan sumber daya manusia itu jauh lebih penting,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Pemdes Lengkong bekerja sama dengan Tridaya Bimbel di Kota Bandung. Program ini meliputi 10 kali pertemuan bimbingan belajar dan 10 kali tryout, dengan harapan peserta mampu lolos ke perguruan tinggi negeri sesuai minat masing-masing.

Selain bimbingan akademik, peserta juga didorong untuk mengakses bantuan pendidikan melalui KIP Kuliah. Pemdes Lengkong turut memberikan pendampingan teknis, termasuk pembaruan data di DTSEN dan penggunaan aplikasi cek bansos.

“Tidak hanya belajar, kami juga bantu bagaimana cara mendapatkan KIP, termasuk pendampingan administrasinya,” ujar Agus Salam.

Ia berharap program Lengkong Edupath dapat berkelanjutan di tahun-tahun mendatang dan melahirkan dampak positif bagi kemajuan Desa Lengkong, Kabupaten Bandung, hingga Indonesia secara umum.

“Banyak anak-anak potensial yang tidak melanjutkan kuliah karena alasan biaya dan minimnya informasi. Lewat program ini, kami ingin membuka jalan agar mereka tetap bisa bermimpi dan melanjutkan pendidikan,” katanya.

Agus Salam pun menyemangati para peserta agar tetap optimistis menatap masa depan. Ia mengutip pesan Bung Hatta tentang pentingnya membangun Indonesia dari desa.

“Indonesia maju bukan hanya karena obor di Jakarta, tapi juga lilin-lilin kecil yang dinyalakan di setiap desa. Kami berharap anak-anak Desa Lengkong menjadi bagian dari generasi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.*