Tekan Risiko Kecelakaan, KAI Tutup 316 Perlintasan Sebidang Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, KAI menutup 316 perlintasan sebidang melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait.(Dok.PT KAI).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat langkah signifikan dalam upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api sepanjang 2025.

Salah satu kebijakan utama yang dijalankan adalah penutupan ratusan perlintasan sebidang yang dinilai memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi.

Sepanjang 2025, KAI menutup 316 perlintasan sebidang melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kepolisian, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib sekaligus melindungi pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

Selain penutupan perlintasan, KAI memperkuat strategi pencegahan melalui edukasi keselamatan. Tercatat 2.016 kegiatan sosialisasi dilakukan di sekitar jalur rel, disertai 212 program edukasi ke sekolah dan 687 pemasangan spanduk keselamatan di berbagai wilayah operasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan keselamatan membutuhkan keseimbangan antara kebijakan struktural dan kesadaran publik.

“Keselamatan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga dari kepatuhan masyarakat terhadap rambu dan palang pintu perlintasan,” ujar Anne dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (18/1/2026).

Dalam aspek pengamanan operasional, KAI juga melakukan 52 penertiban bangunan liar di Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA). Area ini merupakan bagian penting dari sistem perkeretaapian karena berfungsi untuk mendukung operasional dan perawatan jalur rel.

Penertiban RUMAJA dilakukan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. KAI menegaskan pendekatan persuasif dan dialogis menjadi prinsip utama dalam pelaksanaannya.

“Kami mengutamakan pendekatan humanis. Penertiban dilakukan melalui komunikasi dengan masyarakat agar keselamatan dapat terwujud tanpa menimbulkan konflik sosial,” kata Anne.

Pelibatan publik juga menjadi bagian dari strategi keselamatan. Hingga akhir 2025, KAI membina 56 komunitas railfans dengan total 6.455 anggota. Sepanjang tahun, KAI menggelar 1.509 kegiatan bersama komunitas, terutama terkait kampanye keselamatan perjalanan dan edukasi di lingkungan perkeretaapian.

Melalui rangkaian kebijakan tersebut, KAI menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola keselamatan transportasi kereta api. Perusahaan juga mengajak masyarakat menjadikan kepatuhan di perlintasan sebidang sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

“Dengan tertib hari ini, kita mencegah risiko di masa depan dan menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya.*

Pos terkait