SATUMEDIA.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyambut positif pengembangan program Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang saat ini mulai berjalan. Hingga kini, satu koridor BRT telah beroperasi dan satu koridor lainnya masuk tahap persiapan pembangunan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub KBB Retno Handayani mengatakan, saat ini satu koridor BRT telah beroperasi melintasi wilayah KBB, yakni koridor dua dengan rute Padalarang–IKEA hingga Alun-alun Bandung.
“Koridor dua sudah berjalan di wilayah kita. Ke depan, akan dibangun koridor baru dengan rute Lembang–Ciroyom,” kata Retno saat ditemui di Padalarang, Jumat (30/1/2026).
Retno menyampaikan, Dishub KBB telah berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memastikan keberadaan BRT tidak menimbulkan gesekan dengan angkutan umum eksisting. Hingga saat ini, ia menilai operasional BRT belum berdampak negatif terhadap pengusaha maupun pengemudi angkutan lokal.
“Meskipun koridor dua bersinggungan dengan trayek Padalarang–Cimahi–Stasiun, kondisinya masih kondusif. Kedua moda bisa berjalan berdampingan,” ujarnya.
Sebagai langkah integrasi, Dishub KBB berencana menjadikan sejumlah trayek lokal sebagai feeder BRT. Dua trayek, yakni Padalarang–Parongpong dan Cisarua–Lembang, akan direrouting menjadi satu trayek panjang Padalarang–Lembang yang berfungsi menghubungkan dua koridor BRT.
“Ini akan memudahkan penumpang kereta api dari Stasiun Padalarang untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Lembang,” kata Retno.
Selain itu, trayek Padalarang–Cikalong juga diproyeksikan menjadi feeder bagi koridor dua BRT. Menurut Retno, skema tersebut membuka peluang sinergi antara pengusaha angkutan lokal dengan sistem transportasi massal.
Dishub KBB juga mendorong keterlibatan pengemudi dan pengusaha angkutan dalam operasional feeder. Khusus trayek Padalarang–Lembang, pembahasan teknis masih dilakukan bersama Organda.
“Kami akan melakukan pendataan kendaraan, pengecekan perizinan, serta seleksi kelayakan pengemudi. Driver yang memenuhi syarat akan direkrut untuk melayani feeder,” ujarnya.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem transportasi publik di Bandung Raya sekaligus tetap melindungi keberlangsungan angkutan lokal.*




